GEKAES Meriahkan Harlah ke-17 Pondok Pesantren Al Ikhlash, Ajang Unjuk Kreativitas dan Apresiasi Seni Siswa

Pesona tari tradisional diiringi gamelan Legawa Budaya. (Humas)

YPP AL IKHLASH– Semarak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-17 Pondok Pesantren Al Ikhlash semakin terasa dengan terselenggaranya kegiatan GEKAES (Gebyar lKreasi, Apresiasi, dan Ekspresi Seni) pada Sabtu malam mulai pukul 18.30 WIB hingga selesai di pelataran Pondok Pesantren Al Ikhlash. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan oleh para santri, siswa, guru, wali murid, dan masyarakat sekitar karena menghadirkan beragam penampilan seni dan budaya yang dikemas secara menarik dan menghibur.

Sejak sore hari, area pelataran pondok telah dipadati pengunjung yang ingin menyaksikan berbagai penampilan seni dari siswa SMP dan SMK Al Ikhlash. Suasana semakin meriah dengan hadirnya berbagai stan bazar yang menawarkan aneka makanan, minuman, serta produk kreatif hasil karya warga sekolah dan masyarakat sekitar. Bazar tersebut menjadi daya tarik tersendiri yang menambah semarak perayaan harlah tahun ini.

GEKAES hadir sebagai wadah bagi siswa untuk menampilkan bakat, kreativitas, dan kemampuan seni yang selama ini mereka kembangkan di lingkungan sekolah dan pondok pesantren. Berbagai pertunjukan seni ditampilkan secara bergantian, mulai dari seni tradisional hingga seni modern yang mampu menghibur seluruh penonton yang hadir.

Acara dibuka dengan penampilan kelompok karawitan “Legawa Budaya” yang membawakan sejumlah gending tradisional Jawa. Alunan gamelan yang harmonis berhasil menghadirkan nuansa budaya yang kental sekaligus menunjukkan bahwa generasi muda masih memiliki kepedulian terhadap pelestarian seni tradisional.

Tidak kalah menarik, penampilan seni bela diri dari Pencak Silat Pagar Nusa juga mendapatkan sambutan meriah dari penonton. Para pesilat menampilkan berbagai jurus dan atraksi yang memadukan unsur ketangkasan, kekuatan, serta nilai-nilai budaya dan spiritual yang menjadi ciri khas Pagar Nusa.

Penonton tampak antusias menyaksikan penampilan siswa-siswi di depan panggung. (Humas)

Selain itu, para siswa juga menampilkan berbagai tarian tradisional dan modern yang memukau. Dengan kostum yang menarik dan gerakan yang energik, para penari berhasil menunjukkan kemampuan mereka dalam mengolah seni gerak. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa siswa Al Ikhlash tidak hanya berkembang dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki potensi besar dalam bidang seni dan budaya.

Suasana semakin hidup ketika sesi menyanyi dan karaoke dimulai. Sejumlah siswa tampil percaya diri membawakan berbagai lagu yang menghibur penonton. Sorak sorai dan tepuk tangan terus mengiringi setiap penampilan, menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan.

Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian adalah pertunjukan drukprak dari Teater Janur dan Teater Cincin. Dengan konsep pertunjukan yang kreatif, para anggota teater berhasil menghadirkan hiburan yang segar sekaligus mengundang gelak tawa penonton. Kemampuan para siswa dalam berakting dan membangun interaksi dengan audiens menjadi bukti bahwa seni pertunjukan di lingkungan Al Ikhlash berkembang dengan baik.

Puncak kemeriahan acara semakin terasa dengan hadirnya bintang tamu spesial, grup “Jula Juli” dari mahasiswa Universitas Negeri Surabaya. Penampilan mereka berhasil menghidupkan suasana malam harlah dengan sajian hiburan yang komunikatif dan penuh energi. Para penonton tampak antusias mengikuti setiap penampilan yang disuguhkan hingga acara berakhir.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Pendidikan dan Pondok Pesantren (YPP) Al Ikhlash, Istiana Hayati, M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya terhadap seluruh siswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, GEKAES menjadi bukti bahwa siswa Al Ikhlash memiliki potensi yang luar biasa di bidang seni dan kreativitas.

“Saya sangat salut dengan kreasi seni yang ditampilkan oleh siswa SMP dan SMK Al Ikhlash malam ini. Penampilan mereka menunjukkan kerja keras, latihan yang serius, serta keberanian untuk tampil di hadapan banyak orang. Ini merupakan prestasi yang patut dibanggakan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Istiana Hayati menegaskan bahwa prestasi nonakademik memiliki nilai yang tidak kalah penting dibandingkan prestasi akademik. Menurutnya, pendidikan yang baik harus mampu mengembangkan seluruh potensi peserta didik secara seimbang.

“Prestasi nonakademik tidak kalah luar biasanya dengan prestasi akademik. Seni, budaya, olahraga, dan berbagai kegiatan pengembangan diri lainnya merupakan bagian penting dalam membentuk karakter, kepercayaan diri, serta keterampilan siswa untuk menghadapi masa depan,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Al Ikhlash, Mamluatul Hamidah, M.Pd., turut memberikan apresiasi kepada seluruh siswa yang berani tampil dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan publik.

“Kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada anak-anak yang telah bersedia tampil malam ini. Tidak semua orang memiliki keberanian untuk menunjukkan bakatnya di depan banyak penonton. Karena itu, setiap penampilan yang ditunjukkan malam ini merupakan sebuah prestasi,” ungkapnya.

Ia juga berharap kegiatan GEKAES dapat terus menjadi sarana positif bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan minat mereka. Menurutnya, sekolah akan terus memberikan ruang bagi peserta didik untuk berkreasi dan mengekspresikan diri melalui berbagai kegiatan yang edukatif dan inspiratif.

Kegiatan GEKAES dalam rangka Harlah ke-17 Pondok Pesantren Al Ikhlash akhirnya berlangsung dengan sukses dan penuh antusiasme. Tidak hanya menjadi ajang hiburan, kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa lingkungan pesantren mampu melahirkan generasi yang berprestasi, kreatif, dan berbudaya. Melalui kolaborasi seni, budaya, dan semangat kebersamaan, GEKAES berhasil menghadirkan malam yang berkesan sekaligus memperkuat komitmen Pondok Pesantren Al Ikhlash dalam mendukung pengembangan potensi siswa secara menyeluruh. (Alam)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar