Beberapa narasumber saat memberikan paparan materi dalam lokakarya. (humas) YPP Al Iklash— Pesantren Al Ikhlash kembali menegaskan perannya dalam penguatan agenda nasional dengan menjadi salah satu perwakilan Kabupaten Gresik dalam Lokakarya Penyusunan Kurikulum Jaminan Sosial Pesantren dan Pembentukan Santri Jamsos. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Rumah Politik Kesejahteraan pada Kamis–Jumat, 18–19 Desember 2025, bertempat di Harris Hotel dan Convention Center Malang. Lokakarya ini merupakan bentuk dukungan konkret terhadap implementasi Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2025 tentang optimalisasi pelaksanaan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya di lingkungan komunitas pesantren. Dalam kegiatan tersebut, Pesantren Al Ikhlash dipercaya sebagai salah satu dari tiga pesantren yang mewakili Kabupaten Gresik, bersama puluhan pesantren lain dari berbagai daerah. Secara keseluruhan, lokakarya ini diikuti oleh sekitar 51 peserta yang merupakan perwakilan pondok pesantren dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Para peserta terdiri dari pimpinan pesantren, pengelola lembaga pendidikan pesantren, serta unsur pendamping yang memiliki komitmen kuat dalam pengembangan perlindungan sosial berbasis komunitas keagamaan. Lokakarya ini dirancang dengan tujuan strategis dan terukur. Pertama, menyusun draf struktur kurikulum jaminan sosial yang relevan dan aplikatif bagi pesantren. Kurikulum ini diharapkan dapat menjadi acuan pembelajaran bagi santri agar memahami konsep dasar perlindungan sosial dan jaminan ketenagakerjaan sejak dini. Kedua, meningkatkan kapasitas peserta terkait manfaat, mekanisme, serta tata kelola kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, sehingga pesantren mampu menjadi pusat edukasi dan sosialisasi di lingkungannya masing-masing. Tujuan ketiga dari lokakarya ini adalah membentuk kelompok perdana Santri Jamsos, yakni santri yang dipersiapkan sebagai kader pelaksana dan pendamping implementasi Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 di tingkat komunitas pesantren. Santri Jamsos diharapkan menjadi agen penggerak yang mampu menjembatani pemahaman antara kebijakan negara dan kebutuhan masyarakat akar rumput. Adapun tujuan keempat adalah merumuskan rencana replikasi kurikulum serta pola pendampingan ke pesantren lain, agar sejalan dengan target nasional perluasan perlindungan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional yang memiliki kewenangan dan kompetensi di bidang pemberdayaan masyarakat dan jaminan sosial. Hadir sebagai narasumber dan pemberi sambutan antara lain Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Direktur SDM dan Umum BPJS Ketenagakerjaan, Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Staf Ahli PED Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Anggota DJSN, serta Ketua Umum Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi). Dalam sesi diskusi dan pemaparan materi, para narasumber menekankan pentingnya keterlibatan pesantren sebagai mitra strategis negara dalam memperluas jangkauan perlindungan sosial. Pesantren dinilai memiliki basis komunitas yang kuat, struktur sosial yang mapan, serta kepercayaan publik yang tinggi, sehingga sangat efektif dalam mendukung kebijakan nasional. Kepala Pesantren Al Ikhlash, Ahmad Yogya Pratama, menyampaikan bahwa keikutsertaan Pesantren Al Ikhlash dalam lokakarya ini merupakan amanah sekaligus peluang besar. Ia menegaskan bahwa santri merupakan entitas sosial yang sangat besar di Indonesia dan memiliki potensi strategis sebagai aktor penggerak program-program positif. “Kegiatan ini sangat positif. Santri bukan hanya subjek pendidikan agama, tetapi juga memiliki peran penting sebagai agen perubahan sosial. Dengan bekal pengetahuan tentang jaminan sosial, santri dapat menjadi penggerak perlindungan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” tegas Ahmad Yogya Pratama. Melalui partisipasi aktif dalam lokakarya ini, Pesantren Al Ikhlash menegaskan komitmennya untuk mendukung kebijakan nasional, sekaligus memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan, pemberdayaan, dan perlindungan sosial berbasis nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. (Alam)
Refleksi Kepala SMK Al Ikhlash Perkuat Kepemimpinan Pembelajaran dan Mutu Layanan Pendidikan
Kepala SMK Al Ikhlash (berpeci) saat memberikan sambutan sebelum kegiatan refleksi berlangsung (humas) YPP Al Ikhlash— SMK Al Ikhlash menyelenggarakan kegiatan Refleksi Kepala SMK Al Ikhlash pada Rabu, 17 Desember 2025, bertempat di Ruang Pertemuan SMK Al Ikhlash. Kegiatan ini diikuti oleh unsur struktural dan seluruh guru SMK Al Ikhlash sebagai bagian dari agenda evaluasi kinerja akhir tahun dan penguatan mutu layanan pendidikan. Kegiatan berlangsung secara tertib dan terstruktur. Acara diawali dengan pembukaan secara ceremonial oleh MC, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Yayasan Pendidikan dan Pengembangan (YPP) Al Ikhlash, Ibu Istana Hayati, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa refleksi dan evaluasi kinerja merupakan sebuah keniscayaan bagi lembaga pendidikan yang ingin terus berkembang dan memberikan layanan terbaik kepada peserta didik. Menurutnya, evaluasi yang dilakukan secara rutin dan terarah akan membantu lembaga melihat kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, sekaligus menjadi dasar dalam menyusun langkah perbaikan yang berkelanjutan. Ia menekankan bahwa seluruh proses pengembangan lembaga harus tetap berpijak pada visi dan misi SMK Al Ikhlash agar arah kebijakan dan program tetap konsisten dan terukur. “Lembaga pendidikan tidak boleh berjalan tanpa refleksi. Evaluasi kinerja yang rutin dan objektif adalah kunci agar layanan pendidikan terus mengalami peningkatan secara positif dan berkelanjutan,” tegas Istana Hayati dalam sambutannya. Setelah sambutan, kegiatan inti dilanjutkan dengan sesi refleksi akhir tahun yang mengangkat tema “Melalui Refleksi Kinerja, Kepala Sekolah Memperkuat Peran sebagai Pemimpin Pembelajaran dan Penggerak Perubahan.” Sesi ini dipandu oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Abdul Hamid Syah, S.Pd., yang mengarahkan jalannya refleksi secara sistematis dan fokus pada substansi mutu pendidikan. Refleksi diawali dengan presentasi dari Kepala SMK Al Ikhlash, Mochamad Eka Akbar, S.Pd.I., S.Kom. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan secara rinci bagaimana sistem layanan pendidikan di SMK Al Ikhlash dirancang dan dijalankan berdasarkan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP). Kepala sekolah memaparkan capaian, tantangan, serta strategi penguatan pada masing-masing standar, mulai dari standar isi, proses, kompetensi lulusan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, pengelolaan, pembiayaan, hingga standar penilaian. Penjelasan tersebut memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi riil lembaga serta menjadi dasar diskusi reflektif bagi seluruh peserta. Kepala sekolah menegaskan bahwa kepemimpinan pembelajaran tidak hanya berfokus pada administrasi, tetapi juga pada penguatan proses belajar mengajar dan peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan. Kegiatan refleksi semakin diperkuat dengan kehadiran Pengawas SMK Kabupaten Gresik, Ekwanto, S.Pd., MM. Dalam sesi refleksinya, ia menelaah satu per satu poin dalam 8 Standar Nasional Pendidikan untuk memastikan bahwa SMK Al Ikhlash telah menjalankan standar tersebut secara konsisten demi terjaminnya mutu pendidikan. Ia menekankan bahwa peningkatan mutu pendidikan merupakan pekerjaan jangka panjang yang harus dilakukan secara terus-menerus dan berkesinambungan. “Meningkatkan mutu pendidikan adalah pekerjaan yang harus dilakukan secara terus menerus. Guru sebagai ujung tombak layanan pendidikan perlu mendapat perhatian serius terhadap kompetensi dan kinerjanya. Oleh karena itu, fasilitasi dan coaching menjadi langkah positif untuk meraih kemajuan,” tegas Ekwanto dalam penyampaiannya. Kegiatan refleksi ini mendapat respons positif dari para peserta. Salah satu peserta, Zubaidillah, S.H., S.IP., mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan banyak pencerahan dan ide baru. Menurutnya, gagasan dan hasil refleksi yang diperoleh sangat relevan untuk diterapkan dalam perencanaan dan pelaksanaan program sekolah pada tahun berikutnya. “Terus terang saya merasa tercerahkan dengan ide dan gagasan baru dari kegiatan ini yang bisa diterapkan untuk tahun berikutnya,” ungkapnya. Kegiatan Refleksi Kepala SMK Al Ikhlash ditutup dengan doa sebagai peneguhan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Melalui kegiatan ini, SMK Al Ikhlash menegaskan keseriusannya dalam membangun budaya refleksi, memperkuat kepemimpinan pembelajaran, serta memastikan mutu pendidikan yang berkelanjutan. (Alam)
Refleksi Akhir Tahun: Saat Kepala Sekolah Menata Ulang Langkah untuk Pendidikan yang Lebih Baik
Kabid Pengelolaan Pendidikan SMP, Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Dr. Ahmad Syifaul Qulub, M.E.I. saat memberikan sambutan (humas) YPP Al Ikhlash – Suasana hangat terasa sejak pagi di Gedung Pertemuan Pondok Pesantren Al Ikhlash, Kamis (11/12/2025). Para kepala sekolah SMP baik negeri dan swasta dari berbagai wilayah di Kabupaten Gresik datang secara bertahap untuk mengikuti kegiatan Refleksi Akhir Tahun dan Peningkatan Pengelolaan Kepala Sekolah, yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik melalui Bidang Pengelolaan Pendidikan SMP. Tak seperti acara formal kebanyakan, suasana penyambutan dibuat santai namun tetap berkelas. Para peserta disuguhi alunan seni gamelan dari ekstrakurikuler SMK Al Ikhlash yang membuat hati terasa adem. Di sisi lain, OSIS SMP Al Ikhlash membuka bazar kecil yang menjual produk unggulan berupa legen segar—yang langsung jadi buruan banyak tamu. Ada pula layanan ganti oli dengan diskon 50% dari bengkel ALAZ Motor SMK Al Ikhlash yang menambah uniknya acara ini. Setelah para peserta menikmati suasana pembuka, acara dimulai secara resmi. Mamluatul Hamidah, M.Pd. tampil sebagai MC, membuka kegiatan dengan penuh percaya diri. Ia memandu jalannya ceremonial yang dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Arifin. Seluruh peserta kemudian berdiri menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh Fi’liatun Puspitasari, SE. Suasana menjadi khidmat namun tetap akrab. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua YPP Al Ikhlash, Istiana Hayati, M.Pd. Dalam ucapannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Al Ikhlash sebagai tuan rumah kegiatan penting ini. Beliau menekankan bahwa sekolah dan pesantren siap untuk terus bersinergi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di Gresik. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kabid Pengelolaan Pendidikan SMP, Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Dr. Ahmad Syifaul Qulub, M.E.I. Ia menegaskan bahwa lembaga pendidikan harus terus menerus melakukan evaluasi dan pengembangan layanan. Menurutnya, banyak ide dan gagasan yang sesungguhnya bisa dieksekusi dengan optimal jika pengelolaan sumber daya dilakukan secara efektif dan kolaboratif. Peserta tampak menyimak dengan antusias. Ceremonial kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Kyai Fathul Amin, M.Pd., selaku Pembina YPP Al Ikhlash, menambah kekhidmatan rangkaian acara. Memasuki inti kegiatan, seluruh peserta fokus mengikuti paparan materi dari narasumber, Retno Pratiwi, S.Psi., M.H., CHRP., CHRM. Dengan penyampaian yang sederhana namun berbobot, ia menjelaskan bahwa mutu layanan pendidikan dapat dilihat dari kualitas tenaga pendidik, kurikulum, fasilitas, hasil belajar siswa, hingga kepuasan pengguna layanan — baik siswa maupun orang tua. Ia menekankan bahwa penilaian kinerja dan pengembangan pendidikan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. “Ini adalah siklus berkelanjutan,” ujarnya. “Penilaian → perencanaan pengembangan → implementasi → penilaian ulang. Dari siklus inilah sekolah bisa terus memperbaiki diri dan memberikan layanan terbaik.” Tak hanya sekadar teori, materi yang disampaikan juga memberikan inspirasi nyata tentang bagaimana sekolah dapat membangun budaya evaluasi yang sehat dan berdampak. Endah Kusherin Puspitarini, S.Pd.I., selaku panitia kegiatan, menambahkan bahwa agenda refleksi semacam ini sangat penting untuk melihat kembali perjalanan satu tahun dan merumuskan langkah perbaikan ke depan. Acara pun berlangsung hingga siang hari dengan suasana komunikatif dan penuh semangat perubahan. Para kepala sekolah pulang membawa banyak ide segar, sekaligus motivasi baru untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan di lembaga masing-masing. (Alam)
Kegiatan Kunjungan Industri, Study Vokasi, dan Campus Visit SMK Al Ikhlash Tahun 2025
Siswa dan Guru saat berada di kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (humas) YPP Al Ikhlash – SMK Al Ikhlash melaksanakan kegiatan Kunjungan Industri, Study Vokasi, dan Campus Visit pada Selasa–Kamis, 18–20 November 2025 di wilayah Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 67 siswa dari empat program keahlian, yaitu Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TSM), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Desain Komunikasi Visual (DKV), dan Akuntansi (AKT). Para siswa didampingi oleh 24 guru pendamping. Keberangkatan dan Transit Rombongan berangkat pada Selasa malam dari halaman SMK Al Ikhlash dalam kondisi hujan. Meskipun demikian, seluruh peserta tetap bersemangat memasuki bus dan memulai perjalanan. Setibanya di Yogyakarta pada dini hari, rombongan transit di Garden Resto untuk melaksanakan salat subuh berjamaah, bersih diri, serta menikmati sarapan sebelum memulai rangkaian kegiatan. Kunjungan Industri: PG Madukismo dan TVRI Yogyakarta Peserta dibagi menjadi dua rombongan sesuai program keahlian. Kunjungan pada dua institusi ini memberikan wawasan nyata mengenai dunia industri, teknologi, media, serta proses kerja profesional yang selama ini dipelajari di sekolah. Study Vokasi di BLPT DIY Seluruh rombongan kemudian melanjutkan kegiatan ke Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT) DIY untuk melaksanakan study vokasi. Siswa diarahkan ke ruang praktik berdasarkan kompetensi keahlian masing-masing: Kegiatan di BLPT DIY memberikan pengalaman praktik langsung yang relevan dengan kebutuhan kompetensi masing-masing jurusan. Siswa dan guru saat berada di Balai Latihan dan Pendidikan Teknik Yogyakarta (Humas) Kunjungan ke Omah Oblong dan Kegiatan Malam Setelah kegiatan vokasi selesai, rombongan melanjutkan perjalanan ke Omah Oblong untuk menyaksikan proses pembuatan kaos dan sablon. Siswa melihat secara langsung tahapan produksi industri kreatif berbasis sandang. Rombongan kemudian menuju hotel untuk beristirahat, dan pada malam harinya siswa diberi kesempatan menikmati suasana kawasan Malioboro dan lingkungan Keraton Yogyakarta. Campus Visit Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Pada hari berikutnya, kegiatan diteruskan dengan Campus Visit ke Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Para peserta diterima oleh bagian Sub Admisi dan diarahkan ke ruang pertemuan utama. Dalam sesi ini, pihak UMY menyampaikan profil kampus, program studi, fasilitas pendidikan, serta gambaran kultur akademik di lingkungan universitas. Kegiatan ini bertujuan menambah wawasan peserta mengenai pilihan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Wisata Edukasi Lava Tour Merapi Usai kunjungan ke UMY, peserta mengikuti kegiatan Lava Tour Merapi dengan menggunakan jeep khusus. Rombongan mengunjungi Museum Mini Sisa Hartaku dan Batu Alien, serta menyusuri jalur wisata edukasi di lereng Merapi untuk mempelajari sejarah erupsi dan dampaknya. Penutup dan Kepulangan Sebelum kembali ke Gresik, rombongan menyempatkan diri singgah di pusat oleh-oleh khas Yogyakarta. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan sesuai perencanaan. Kepala SMK Al Ikhlash, Mochamad Eka Akbar, S.Pd.I., S.Kom., menyampaikan bahwa kegiatan tahunan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung di dunia industri, vokasi, dan perguruan tinggi sehingga siswa memiliki gambaran lebih luas terkait masa depan karier dan pendidikan mereka. Salah satu peserta, Heru (TSM), mengungkapkan kesan positifnya: “Kegiatan ini sangat bermanfaat sekaligus menyenangkan. Selain menambah wawasan, suasananya juga menghilangkan kepenatan dari rutinitas sekolah.” Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan siswa SMK Al Ikhlash semakin termotivasi untuk meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, serta menyiapkan diri menghadapi dunia kerja maupun pendidikan lanjutan. (Alam)
Ganti Oli Gratis Meriahkan HUT Pertamina ke-68 di Alaz Motor Ponpes Al Ikhlash
Tim mekanik dari SMK Al Ikhlash siap melayani customer ganti oli gratis. (humas) YPP Al Ikhlash – Pada Selasa, 18 November 2025, suasana Bengkel Alaz Motor di lingkungan Ponpes Al Ikhlash tampak lebih ramai dari biasanya. Sejak pukul 08.00 pagi, warga masyarakat Gresik Pantura sudah berdatangan untuk mengikuti program ganti oli gratis yang diadakan dalam rangka Hari Ulang Tahun Pertamina ke-68. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PUG Pertamina Lubricant Gresik yang setiap tahunnya menghadirkan kegiatan sosial bagi masyarakat. Program ganti oli gratis ini menyediakan kuota sebanyak 68 orang, sesuai dengan usia Pertamina yang kini memasuki tahun ke-68. Pendaftaran dilakukan secara online beberapa hari sebelumnya, dan warga yang berhak adalah mereka yang mendapatkan notifikasi resmi melalui WhatsApp. Antusiasme warga sangat tinggi, bahkan panitia mencatat total 128 pendaftar, namun hanya 68 pendaftar pertama yang berhak menerima layanan gratis ini. Sejak pagi, antrean motor sudah mulai terlihat rapi di depan bengkel. Para peserta tampak membawa motor masing-masing sambil menunjukkan bukti notifikasi kepada admin. Waktu pelaksanaan yang dimulai pukul 08.00 hingga 14.00 dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat untuk memperoleh layanan oli gratis yang jarang diadakan. Ketua YPP Al Ikhlash, Istiana Hayati, M.Pd., hadir langsung menyaksikan jalannya kegiatan. Ia menyampaikan apresiasi yang sangat positif kepada Pertamina Lubricant atas terselenggaranya program ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekitar, terutama mereka yang membutuhkan perawatan kendaraan namun terkadang terkendala biaya. “Program ini sangat bermanfaat, tidak hanya mendukung keselamatan berkendara masyarakat, tetapi juga mempererat hubungan lembaga pendidikan dengan pihak industri,” ujarnya. Dari pihak Pertamina Lubricant, Uhad Afras Ilzamil Haq, selaku perwakilan perusahaan, menegaskan bahwa kegiatan ini memang dirancang sebagai bentuk kedekatan perusahaan dengan warga Gresik Pantura. Ia berharap masyarakat dapat merasakan kehadiran Pertamina secara nyata melalui program-program sosial seperti ini. “Kami ingin Pertamina tidak hanya dikenal sebagai perusahaan energi, tetapi juga sebagai perusahaan yang peduli dan hadir untuk masyarakat. Alhamdulillah kegiatan ini diterima dengan baik dan dimanfaatkan dengan optimal oleh warga,” jelasnya. Salah satu penerima manfaat, Aida, tidak bisa menyembunyikan rasa gembiranya. Ia mengaku senang karena selain gratis, kualitas oli dari Pertamina sangat baik dan proses pengerjaannya cepat. “Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan. Kami masyarakat sangat terbantu, apalagi motor adalah kendaraan utama untuk aktivitas sehari-hari,” ungkapnya. Dua mekanik dari SMK Al Ikhlash sedang melayani motor ganti oli gratis (humas) Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Alaz Motor menurunkan dua mekanik senior yang sudah berpengalaman. Mereka dibantu oleh empat tenaga pendukung yang menangani pengecekan kendaraan serta dua admin yang sejak pagi terlihat sibuk memverifikasi data peserta. Aktivitas di dalam bengkel berlangsung padat, tetapi tetap tertib dan teratur. Sistem pelayanan dibagi menjadi beberapa tahap, mulai dari pengecekan awal, pergantian oli, hingga pemeriksaan ringan untuk memastikan motor peserta tetap aman digunakan. Tidak hanya teknisi bengkel, tenaga pendidik dari SMK Al Ikhlash juga ikut terlibat. Shomad, guru produktif SMK Al Ikhlash, turun langsung untuk memastikan mekanik bekerja secara terarah dan proses pelayanan dilakukan secara profesional. Menurutnya, kegiatan semacam ini juga memberikan pengalaman lapangan yang berharga bagi para guru dan siswa yang terlibat. Sementara itu, Mochamad Eka Akbar, S.Pd.I., S.Kom., Kepala SMK Al Ikhlash, turut melakukan pemantauan langsung sejak kegiatan dimulai. Ia menyampaikan bahwa kehadiran program ganti oli gratis ini menjadi sinergi baik antara sekolah, bengkel Alaz Motor, dan Pertamina Lubricant. “Kami berharap kegiatan ini membawa manfaat untuk semua pihak. Pertamina dapat lebih dekat dengan masyarakat, Alaz Motor semakin dikenal, SMK Al Ikhlash bisa memberikan kontribusi nyata, dan warga sekitar pun mendapatkan layanan gratis yang bermanfaat,” ujar Eka. Hingga pukul 14.00, seluruh peserta yang terdaftar telah berhasil dilayani dengan baik. Kegiatan berjalan lancar tanpa kendala berarti, dan masyarakat pulang dengan perasaan puas. Program ganti oli gratis ini tidak hanya menjadi perayaan ulang tahun Pertamina ke-68, tetapi juga wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat Gresik Pantura. Semoga kegiatan semacam ini terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. (Alam)
Semangat Kepahlawanan Menggema di Lapangan SMP Al Ikhlash di Hari Pahlawan
Kepala SMK Al Ikhlash menjadi Pembina dalam Upacara Hari Pahlawan 10 November 2025 yang Berlangsung Khidmat dan Penuh Makna. (Humas) YPP Al Ikhlash — Suasana pagi yang cerah di Lapangan SMP Al Ikhlash pada Senin, 10 November 2025, menjadi saksi pelaksanaan Upacara Hari Pahlawan yang berlangsung dengan penuh khidmat. Seluruh murid dan santri dari lembaga Al Ikhlash turut hadir dengan semangat nasionalisme yang membara, mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan bangsa Indonesia. Upacara dimulai tepat pukul 07.00 WIB dengan barisan rapi dari siswa SMP dan SMK Al Ikhlash. Di bawah sinar matahari yang hangat tertutup mendung, mereka berdiri tegak, memantapkan sikap hormat kepada para pahlawan yang telah gugur di medan perjuangan. Momen ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini bukanlah hadiah, melainkan hasil dari perjuangan panjang dan pengorbanan yang luar biasa. Yang bertugas sebagai pemimpin upacara pada peringatan kali ini adalah Isfahai Al Charis, siswa kelas XI TSM SMK Al Ikhlash. Dengan suara tegas dan penuh wibawa, ia memimpin jalannya upacara dengan baik dan teratur. Sementara itu, Mochamad Eka Akbar, S.Pd.I., S.Kom., selaku Kepala SMK Al Ikhlash, bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pesan yang menyentuh tentang pentingnya meneladani nilai-nilai perjuangan para pahlawan. “Menjadi pahlawan tidak harus mengangkat senjata. Di zaman sekarang, pahlawan adalah mereka yang mau berjuang dengan ilmu, dengan kejujuran, dan dengan kerja keras. Jadilah pahlawan bagi diri sendiri, bagi keluarga, dan bagi lingkungan sekitar,” ujar beliau dalam sambutannya. Pesan itu disambut dengan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta upacara. Beliau juga menegaskan bahwa semangat kepahlawanan perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi para pelajar yang menjadi generasi penerus bangsa. Prosesi pengibaran bendera oleh petugas pengibar bendera. (Humas) Sementara itu, suasana semakin khidmat ketika pasukan pengibar bendera—Sonia, Siska, dan Manda dari kelas XI AKL SMK Al Ikhlash—melangkah mantap menuju tiang bendera. Dengan gerakan yang kompak dan wajah penuh kesungguhan, mereka berhasil mengibarkan bendera merah putih dengan sempurna. Seluruh peserta upacara menundukkan kepala, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan penuh semangat. Setelah pengibaran bendera, upacara dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila oleh Putra dari kelas XI DKV SMK Al Ikhlash. Dengan suara lantang, ia membacakan setiap sila yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Para peserta pun mengikutinya dengan penuh semangat, seolah ingin menegaskan kembali komitmen mereka terhadap nilai-nilai Pancasila. Kemudian, giliran Alda dari kelas X AKL SMK Al Ikhlash yang tampil membacakan teks Pembukaan UUD 1945. Dengan intonasi yang jelas dan penuh penghayatan, ia mengingatkan semua yang hadir tentang cita-cita luhur bangsa Indonesia: melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, serta mewujudkan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat. Menjelang akhir acara, suasana menjadi semakin hening ketika Liviana Dewi, siswi kelas VIII SMP Al Ikhlash, memimpin doa bersama. Dalam doanya, Liviana memohon agar para pahlawan yang telah gugur mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta agar generasi muda diberikan kekuatan untuk meneruskan perjuangan mereka dengan ilmu dan amal yang bermanfaat. Doa itu menutup rangkaian upacara dengan suasana haru dan penuh rasa syukur. Para guru, santri, dan siswa terlihat saling menyapa dengan senyum hangat setelah upacara selesai, menandakan bahwa semangat kebersamaan dan nasionalisme terus hidup di lingkungan Al Ikhlash. Kegiatan peringatan Hari Pahlawan ini bukan sekadar seremonial rutin, tetapi juga menjadi momentum penting bagi keluarga besar Al Ikhlash untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan dan cinta tanah air. Melalui upacara sederhana namun bermakna ini, para siswa belajar bahwa menjadi pahlawan masa kini berarti berbuat kebaikan, bekerja keras, dan menjaga semangat persatuan dalam keberagaman. Semangat kepahlawanan itu kini hidup di hati para pelajar Al Ikhlash—menjadi api kecil yang terus menyala, menerangi langkah mereka dalam menuntut ilmu dan mengabdi untuk negeri. Karena seperti pesan yang disampaikan oleh pembina upacara, “Setiap anak bangsa punya kesempatan untuk menjadi pahlawan. Mulailah dari hal kecil, dari diri sendiri, dan dari sekarang.” Dengan demikian, peringatan Hari Pahlawan tahun 2025 di lingkungan Al Ikhlash tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya, berakhlak, dan berkontribusi nyata bagi Indonesia tercinta. (Alam)
Workshop Penyusunan Soal Berbasis AKM di SMK Al Ikhlash Antusias Diikuti Guru-Guru SMK Pantura Gresik
Guru SMK Al Ikhlash melakukan sesi foto bersama Narasumber Ekwanto, S.Pd., M.M., Pengawas SMK Wilayah Pantura Gresik (Humas) YPP Al Ikhlash – Hari Sabtu (8/11) menjadi hari yang penuh semangat bagi para guru SMK Swasta wilayah Pantura Gresik. Bertempat di SMK Al Ikhlash Mulyorejo, kegiatan Workshop Peningkatan Kompetensi Guru dalam Penyusunan Soal Berbasis AKM berlangsung hangat dan interaktif. Kegiatan ini diinisiasi oleh SMK Swasta Wilayah Pantura Gresik sebagai upaya bersama untuk meningkatkan kualitas asesmen pembelajaran di sekolah-sekolah kejuruan. Sejak pagi, para guru dari berbagai sekolah tampak berdatangan dengan wajah antusias. Mereka berasal dari beberapa sekolah, antara lain SMK Al Hadi, SMK Muhammadiyah 5, SMK Darul Qolam, SMK Al Muniroh, SMK Al Ikhlash, dan SMK Roudlotul Hikmah. Workshop ini menjadi ajang kolaborasi dan berbagi pengalaman antarpendidik, sekaligus wadah untuk memperkuat pemahaman tentang penyusunan soal yang menekankan pada kemampuan literasi dan numerasi, sesuai dengan arah kebijakan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang diterapkan secara nasional. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Mochamad Eka Akbar, S.Pd.I., S.Kom., Kepala SMK Al Ikhlash sebagai tuan rumah menegaskan pentingnya guru memiliki kemampuan menyusun soal yang tidak hanya mengukur hafalan, tetapi juga menilai kemampuan berpikir kritis dan analitis siswa. “Soal yang baik adalah yang menantang siswa untuk berpikir, bukan hanya mengingat. Kita ingin mengubah cara menilai, dari sekadar pengetahuan menjadi pemahaman yang bermakna,” ujar Eka dalam sambutannya. Sebagai narasumber utama, hadir Ekwanto, S.Pd., M.M., Pengawas SMK Wilayah Pantura Gresik, yang sudah berpengalaman dalam pengembangan kurikulum dan evaluasi pendidikan. Dalam paparannya, Ekwanto menjelaskan bahwa AKM bukan sekadar format baru dalam penilaian, melainkan sebuah pendekatan yang berfokus pada kemampuan dasar yang dibutuhkan oleh semua peserta didik. “AKM menilai kemampuan literasi membaca dan numerasi. Dua hal ini menjadi fondasi agar siswa mampu berpikir kritis, memecahkan masalah, dan beradaptasi dengan dunia nyata,” jelasnya. Selama sesi berlangsung, para peserta diajak untuk memahami perbedaan antara soal konvensional dan soal berbasis AKM. Melalui contoh-contoh konkret, Ekwanto menunjukkan bagaimana sebuah pertanyaan sederhana bisa diolah menjadi instrumen yang menantang logika dan pemahaman siswa. Para guru pun tampak aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, dan saling bertukar pandangan mengenai cara terbaik mengembangkan butir soal yang sesuai dengan konteks kejuruan di masing-masing sekolah. Selain teori, workshop ini juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk praktik langsung menyusun soal berbasis AKM. Guru bekerja sama merancang soal yang mengukur kemampuan berpikir kritis, memahami teks, serta mengolah data numerik sederhana. Suasana diskusi berjalan akrab namun serius. Beberpa guru kemudian mempresentasikan hasil karyanya, dan mendapat masukan langsung dari narasumber. Peserta dengan antusian memperhatikan penjelasan narasumber saat praktik langsung membuat soal berbasis AKM (Humas) Menariknya, banyak peserta yang mengaku baru benar-benar memahami bagaimana AKM dapat diintegrasikan ke dalam mata pelajaran produktif di SMK. Masrifatul Ummah, S.Kom. Guru SMK Al Ikhlash mengungkapkan, “Selama ini kami pikir AKM hanya cocok untuk pelajaran umum seperti Bahasa Indonesia atau Matematika. Ternyata bisa diterapkan juga dalam pelajaran kejuruan, misalnya dengan menilai kemampuan analisis data produksi atau membaca grafik teknis.” Di akhir sesi, Ekwanto memberikan beberapa tips penting agar guru dapat terus meningkatkan kualitas soal di sekolah. Ia menekankan pentingnya refleksi dan evaluasi diri setelah membuat soal, serta perlunya kolaborasi antar guru untuk saling mengoreksi dan memperbaiki butir soal yang telah disusun. “Kualitas pembelajaran akan meningkat kalau penilaiannya juga meningkat. Guru yang kreatif dalam membuat soal akan melahirkan siswa yang kritis dan solutif,” tuturnya. Dari kegiatan ini, diharapkan lahir soal-soal yang lebih berkualitas, relevan, dan kontekstual, serta mampu mengukur kemampuan berpikir kritis peserta didik sesuai standar pendidikan nasional. Lebih dari itu, workshop ini juga menjadi momentum bagi para guru SMK di wilayah Pantura Gresik untuk terus berinovasi dalam proses evaluasi pembelajaran. Menutup kegiatan, Abd. Hamid Syah, S.Pd., perwakilan peserta, mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif, serta kepada SMK Al Ikhlash yang telah menjadi tuan rumah kegiatan. Dengan semangat kolaborasi dan pembaruan, para guru peserta workshop bertekad membawa perubahan positif dalam pembelajaran di sekolah masing-masing. (Alam)
SMK Al Ikhlash Gelar Tes Kompetensi Akademik untuk Kelas XII: 64 Siswa Ikut Ujian Berbasis Komputer
Kepala SMK Al Ikhlash memantau secara langsung persiapan Tes Kompetensi Akademik untuk memastikan kelancaran proses (humas) YPP Al Ikhlash – SMK Al Ikhlash sukses menggelar Tes Kompetensi Akademik (TKA) bagi siswa kelas XII pada Senin & Selasa, 3–4 November 2025. Sebanyak 64 siswa dari empat program keahlian—Teknik Teknik Sepeda Motor (TSM), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Desain Komunikasi Visual (DKV), dan Akuntansi—mengikuti tes ini dengan penuh semangat. Berbeda dari ujian sekolah biasa, TKA ini menjadi bagian dari standar asesmen tingkat nasional yang dilakukan serentak di berbagai SMK di Indonesia. Tujuannya bukan hanya untuk mengukur kemampuan akademik, tetapi juga memastikan bahwa lulusan SMK siap bersaing, baik di dunia kerja, kuliah, maupun dunia wirausaha. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala SMK Al Ikhlash, Mochamad Eka Akabar, S.Pd.I., S.Kom., yang dalam sambutannya menekankan bahwa tes ini bukan untuk menakutkan, melainkan untuk mengukur kesiapan siswa sebelum lulus. “Tes ini bukan soal siapa yang paling pintar, tapi siapa yang benar-benar siap melangkah setelah lulus. Dunia kerja sekarang butuh anak yang bukan hanya terampil, tapi juga cepat berpikir,” ujarnya menyemangati peserta. Pelaksanaan tes dilakukan di Laboratorium TKJ SMK Al Ikhlash, yang sudah dilengkapi komputer berspesifikasi tinggi dan jaringan internet super cepat. Fasilitas ini menjadi salah satu faktor pendukung kelancaran TKA berbasis komputer (CBT). Tidak ada drama komputer nge-hang atau internet putus—semua berjalan mulus dari awal sampai akhir. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Abd. Hamid Syah, S.Pd., yang juga menjadi ketua pelaksana menambahkan bahwa sekolah sudah menyiapkan segala kebutuhan teknis jauh-jauh hari. “Alhamdulillah, semuanya lancar. Anak-anak nyaman, server stabil, dan jaringan juga ngebut. Jadi fokus mereka benar-benar ke soal, bukan gangguan teknis,” jelasnya. Tes ini berlangsung selama dua hari, dengan pembagian jadwal berdasarkan mata uji. Mata pelajaran yang diujikan meliputi: Literasi Bahasa Indonesia, Literasi Bahasa Inggris, Numerasi (Matematika Terapan), Penalaran Logis, dan Tes Kompetensi Kejuruan sesuai jurusan (TSM, TKJ, DKV, AKT) Soal terdiri dari kombinasi pilihan ganda, analisis kasus, dan tes berbasis logika. Untuk jurusan keahlian, soal disesuaikan dengan dunia industri masing-masing, seperti troubleshooting jaringan, algoritma pemrograman, hingga konsep desain digital. Para siswa terlihat cukup siap menghadapi tes ini. Beberapa di antara mereka mengaku sudah melakukan latihan soal sejak awal semester, bahkan ada yang ikut tryout online dan belajar melalui aplikasi. Salah satu siswa jurusan TKJ mengatakan, “Deg-degan sih, tapi asyik juga karena soalnya menantang. Tapi enak banget karena komputernya cepat, jadi nggak bikin stres,” ujarnya sambil tertawa. Siswa jurusan DKV juga punya cerita yang mirip. “Kami sudah dibiasakan berpikir analitis di kelas, jadi soal-soal kayak gini bukan hal baru. Yang penting fokus dan nggak panik.” Selama dua hari pelaksanaan, suasana berjalan tertib. Pengawas ujian berasal dari eksternal sekolah, yang tetap mengikuti standar pengawasan nasional. Setiap sesi dimulai dengan briefing singkat dan pengecekan sistem, lalu siswa dipersilakan login dan mengerjakan soal sesuai durasi yang telah ditentukan. Setelah tes selesai, siswa tidak langsung pulang. Mereka mendapatkan pengarahan singkat tentang tahap berikutnya: pengumuman hasil, sertifikat kompetensi, hingga persiapan menuju Uji Kompetensi Keahlian (UKK) di semester berikutnya. Hasil tes akan diumumkan beberapa minggu ke depan melalui akun siswa masing-masing. Nilai TKA ini nantinya tidak hanya digunakan sebagai arsip akademik sekolah, tetapi juga bisa menjadi portofolio resmi bagi siswa ketika mendaftar kerja, magang industri, atau kuliah. Di akhir kegiatan, Kepala Sekolah kembali memberikan pesan penutup, “Kalian sudah berjuang hari ini. Jangan takut dengan hasil. Yang penting adalah proses dan kejujuran. Ini bukan akhir, tapi salah satu langkah menuju masa depan kalian.” Dengan selesainya TKA Nasional ini, SMK Al Ikhlash kembali membuktikan kesiapan dalam melahirkan lulusan yang bukan hanya terampil di bidang kejuruan, tetapi juga memiliki kemampuan akademik yang terukur dan diakui secara nasional. Dan yang tidak kalah penting—semua dilakukan dengan fasilitas yang layak, sistem yang lancar, dan semangat yang tinggi. (Alam)
Pengasuh Ponpes Al Ikhlash Jadi Narasumber di Hari Santri
Romo Kyai Alfin Sunhaji, M.Pd. (paling kanan) bersama Ketua DPRD Kabupaten Gresik (Tengah) dalam sesi diskusi di studio Disway News House, Surabaya. (humas) YPP Al Ikhlash – Bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional, Minggu 22 Oktober 2025, Pengasuh Pondok Pesantren Al Ikhlash, Romo Kyai Alfin Sunhaji, M.Pd., mendapat kehormatan menjadi salah satu narasumber dalam acara diskusi bertajuk “Santri Membangun Negeri” yang digelar oleh Disway News House, sebuah media online yang didirikan oleh tokoh pers nasional Dahlan Iskan. Acara yang berlangsung secara daring dari studio Disway News House Surabaya ini mengangkat tema “Kebijakan dan Peran Legislatif dalam Pemberdayaan Santri.” Selain Kyai Alfin, hadir pula sebagai narasumber Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Syahrul Munir. Diskusi ini menghadirkan suasana yang hidup dan sarat pemikiran reflektif, terutama dalam konteks Gresik sebagai kota santri sekaligus kota industri. Dalam pemaparannya, Kyai Alfin menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas santri di tengah perubahan zaman yang serba cepat. Ia menegaskan bahwa santri tidak boleh hanya fokus pada penguasaan ilmu agama semata, tetapi juga perlu memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. “Santri harus memantaskan diri dengan meningkatkan kapasitas. Mereka perlu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Tidak hanya ngaji untuk ilmu keagamaan, tetapi juga memiliki keterampilan agar bisa berkiprah di berbagai sektor—pemerintahan, industri, dan sosial kemasyarakatan,” ujar Kyai Alfin. Menurutnya, pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pemberdayaan masyarakat. Melalui sistem pendidikan yang khas, pesantren mampu melahirkan generasi berakhlak sekaligus adaptif terhadap tantangan global. Sementara itu, Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir dalam diskusi tersebut menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah memiliki kebijakan konkret dalam mendukung pendidikan keagamaan. Salah satunya adalah peraturan daerah yang memastikan anak-anak Gresik mendapatkan akses pendidikan agama secara memadai. Romo Kyai Alfin Sunhaji, M.Pd. (kanan), Dahlan Iskan, tokoh pers nasional (tengah), dan Syahrul Munir (kiri) usai sesi diskusi. (humas) Diskusi semakin menarik ketika para narasumber membahas hubungan antara dunia pesantren dan perkembangan industri di Gresik. Kota yang dikenal sebagai Kota Santri ini kini menjadi salah satu destinasi investasi industri terbesar di Jawa Timur. Tantangan yang muncul adalah bagaimana menjaga keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan pelestarian nilai-nilai religius yang menjadi identitas masyarakat Gresik. Kyai Alfin menekankan bahwa sistem pendidikan pesantren memiliki ciri khas tersendiri di setiap lembaganya. Setiap pesantren memiliki metode dan karakter yang berbeda, namun semua memiliki tujuan yang sama: membentuk pribadi santri yang berakhlak, mandiri, dan berkontribusi untuk masyarakat. “Pesantren punya sistem yang unik dan spesifik sesuai karakter masing-masing. Tapi tujuannya sama, yaitu membentuk santri yang berkarakter, berakhlak, dan siap mengabdi untuk masyarakat,” jelasnya. Dalam sesi akhir, para narasumber juga berdiskusi mengenai arah pembangunan Kabupaten Gresik ke depan. Mereka membahas bagaimana Gresik dapat terus berkembang sebagai pusat industri tanpa kehilangan jati diri sebagai kota santri. Sinergi antara pemerintah daerah, pesantren, dan masyarakat diharapkan mampu mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Kyai Alfin menutup dengan pesan inspiratif yang menggugah semangat peserta dan pemirsa yang menyaksikan secara daring. Ia mengajak semua pihak untuk tetap menjaga identitas Gresik sebagai kota santri, sembari terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan zaman. “Saya berharap semua pihak bisa menjaga identitas Gresik sebagai kota santri. Tapi di sisi lain, pesantren juga harus beradaptasi agar santri tidak hanya menjadi penonton di lingkungannya sendiri. Santri harus bisa memberi kontribusi nyata dalam pembangunan kota Gresik,” tutupnya. Diskusi yang diselenggarakan oleh Disway News House ini menjadi refleksi penting di momen Hari Santri 2025. Tema yang diangkat bukan hanya menyoroti kiprah santri dari sisi religius, tetapi juga menggali peran strategis mereka dalam pembangunan bangsa. Dengan semangat “Santri Membangun Negeri,” acara ini menegaskan bahwa santri masa kini bukan hanya penjaga nilai-nilai moral, melainkan juga agen perubahan yang siap berkontribusi di berbagai bidang kehidupan. Melalui peran aktif tokoh-tokoh seperti Kyai Alfin dan dukungan kebijakan dari pemerintah daerah, diharapkan sinergi antara pesantren, pemerintah, dan industri dapat terus terbangun. Gresik pun diharapkan mampu menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai santri dapat hidup berdampingan dengan kemajuan zaman tanpa kehilangan jati diri. (Alam) Simak diskusi lengkap di link berikut: https://www.youtube.com/live/SeZ94vSBUf8?si=9m9b8juGCeoavv-d
Rapat Koordinasi dan Komunikasi Wali Siswa SMK Al Ikhlash Berlangsung Hangat dan Penuh Kebersamaan
Romo Kyai Alfin Sunhaji, M.Pd. (mengenakan batik hitam) saat memberikan tausiyah kepada wali siswa SMK Al Ikhlash. (Humas) YPP Al Ikhlash – SMK Al Ikhlash kembali menggelar kegiatan penting dalam rangka mempererat hubungan antara pihak sekolah dan orang tua siswa. Acara bertajuk Rapat Koordinasi dan Komunikasi Wali Siswa ini dilaksanakan pada Minggu, 19 Oktober 2025, bertempat di Balai Latihan Kerja (BLK) Al Ikhlash. Seluruh wali siswa dari berbagai tingkat hadir memenuhi undangan sekolah, menciptakan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan dimulai tepat pukul 09.00 WIB dengan pembukaan oleh pembawa acara, Mamluatul Hamidah, M.Pd. Dengan suara tenang dan penuh semangat, beliau mengantarkan jalannya acara dari awal hingga akhir dengan tertib. Para wali siswa tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang telah disiapkan oleh panitia. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Yayasan Pendidikan dan Pondok Pesantren (YPP) Al Ikhlash, Istiana Hayati, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan dengan para orang tua atau wali siswa. Menurutnya, keselarasan antara kebijakan sekolah dan harapan orang tua menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang produktif dan kondusif bagi siswa. “Ibarat dua sisi mata uang, lembaga dan orang tua harus berjalan beriringan. Kami di yayasan sangat berharap, setiap program sekolah dapat mencerminkan aspirasi orang tua sekaligus menjadi jalan bagi peningkatan kompetensi siswa,” ujar Istiana. Ia menambahkan bahwa dukungan aktif dari wali siswa akan memperkuat kualitas pendidikan di SMK Al Ikhlash, baik dari sisi akademik maupun pembentukan karakter. Sambutan berikutnya datang dari Kepala SMK Al Ikhlash, Mochamad Eka Akbar, S.Pd.I., S.Kom. Dalam paparannya, beliau menjelaskan adanya sedikit perubahan jadwal pelaksanaan program kerja sekolah. Penyesuaian ini dilakukan untuk mengakomodasi kegiatan Tes Kompetensi Akademik (TKA) bagi siswa kelas XII yang akan berlangsung mulai 27 Oktober hingga 6 November 2025. Kepala sekolah juga menyampaikan apresiasinya kepada para wali siswa yang selalu memberikan dukungan moral maupun materiil dalam berbagai kegiatan sekolah. Memasuki sesi tausiyah, suasana menjadi lebih teduh ketika Pengasuh Pondok Pesantren Al Ikhlash, Romo Kyai Alfin Sunhaji, M.Pd., memberikan nasihat penuh makna. Dalam pesan singkatnya, beliau mengajak para orang tua untuk selalu merawat rasa optimis dalam menjalani kehidupan. “Optimisme dalam ajaran Islam dikenal dengan istilah khusnudzon. Bila kita senantiasa berpikir baik dan berharap baik kepada Allah, maka kehidupan kita akan lebih tenang dan penuh keberkahan,” tuturnya. Beliau juga menegaskan bahwa sikap khusnudzon harus menjadi dasar dalam mendidik anak, agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang kuat, percaya diri, dan berakhlak baik. Wali murid saat sesi tanya jawab dengan antusias menyapaikan pertanyaan dan masukannya. (Humas) Setelah tausiyah, acara dilanjutkan dengan sesi utama yaitu Rapat Koordinasi dan Komunikasi Wali Siswa yang dipimpin oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, Abdul Alam Amrullah, S.HI. Dalam rapat tersebut, dibahas beberapa hal penting terkait pelaksanaan program kerja sekolah, kegiatan siswa, serta evaluasi program yang telah berjalan. Hasil rapat menghasilkan sejumlah keputusan yang akan menjadi pedoman bersama antara pihak sekolah dan wali siswa dalam mendukung kegiatan pembelajaran. Suasana interaktif terlihat dalam sesi tanya jawab yang dibagi menjadi dua termin. Para wali siswa memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan saran, pertanyaan, dan aspirasi mereka. Sekolah pun menanggapi dengan terbuka dan positif, menciptakan suasana komunikasi dua arah yang produktif. Sebelum acara dimulai, setiap wali siswa juga menerima selembar angket berisi pertanyaan mengenai pendapat mereka terhadap keberadaan Bank Mini di lingkungan sekolah. Dengan penuh keseriusan, mereka mengisi satu per satu pertanyaan tersebut. Hasil angket ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi sekolah dalam meningkatkan layanan pendidikan dan pengelolaan keuangan siswa. Sebagai penutup, doa bersama dipimpin langsung oleh Kepala SMK Al Ikhlash. Setelah itu, seluruh peserta mengikuti sesi ramah tamah di kafe BLK Al Ikhlash. Suasana santai dan akrab terasa di antara wali siswa, guru, dan seluruh jajaran sekolah. Acara ini tidak hanya memperkuat hubungan emosional antara sekolah dan orang tua, tetapi juga menjadi ajang berbagi ide serta memperkokoh komitmen bersama dalam mendukung kemajuan pendidikan di SMK Al Ikhlash. Melalui kegiatan ini, SMK Al Ikhlash menunjukkan komitmennya untuk selalu membangun komunikasi yang terbuka dan harmonis dengan para wali siswa. Kolaborasi yang baik antara pihak sekolah, yayasan, dan orang tua diyakini akan membawa dampak positif bagi perkembangan akademik maupun karakter peserta didik di masa depan. (Alam)