Empat lulusan SMK Al Ikhlash lolos ke PTN jalur SNBT & SNBP tahun 2026. (Humas) YPP Al Ikhlash — Kabar membanggakan datang dari SMK Al Ikhlash Gresik. Pada tahun 2026, empat lulusan sekolah tersebut berhasil menembus perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Prestasi ini menjadi bukti bahwa lulusan SMK tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu bersaing di jalur akademik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Empat siswa yang berhasil diterima di PTN tersebut adalah Eka Irma Nurlaili yang diterima pada Program Studi Teknik Mesin di Universitas Negeri Surabaya, Tsabita Putri Aulia yang diterima pada Program Studi Bahasa Indonesia dan Sastra di Universitas Trunojoyo Madura, Shiva Aulia Wali yang diterima pada Program Studi Teknik Informatika di Universitas Trunojoyo Madura, serta Viola Aslahul Musyahabah yang diterima pada Program Studi Sistem Informasi di Universitas Trunojoyo Madura. Keberhasilan ini menjadi capaian yang patut diapresiasi karena para siswa harus melewati proses panjang, mulai dari persiapan akademik, pendampingan sekolah, hingga perjuangan menghadapi persaingan ketat dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Mereka berhasil membuktikan bahwa tekad, kerja keras, dan semangat belajar yang konsisten mampu membuka jalan menuju kampus impian. Bagi SMK Al Ikhlash Gresik, keberhasilan para lulusan ini menjadi catatan positif dalam perjalanan pendidikan sekolah. Selama ini, sekolah terus mendorong peserta didik untuk memiliki banyak pilihan masa depan, baik bekerja, berwirausaha, maupun melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Pendekatan tersebut dilakukan melalui pembelajaran yang terintegrasi dengan penguatan karakter, keterampilan vokasi, dan peningkatan kompetensi akademik. Keempat siswa yang diterima di PTN tersebut berasal dari latar belakang dan minat yang berbeda. Namun mereka memiliki satu kesamaan, yaitu kemauan kuat untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Pilihan program studi yang mereka ambil juga menunjukkan keberagaman minat lulusan SMK Al Ikhlash, mulai dari bidang teknik, teknologi informasi, hingga bahasa dan sastra. Eka Irma Nurlaili memilih Program Studi Teknik Mesin di Universitas Negeri Surabaya sebagai langkah untuk memperdalam kompetensi di bidang teknologi dan rekayasa. Sementara itu, Tsabita Putri Aulia menunjukkan kecintaannya terhadap dunia literasi dengan memilih Program Studi Bahasa Indonesia dan Sastra di Universitas Trunojoyo Madura. Di bidang teknologi informasi, Shiva Aulia Wali berhasil diterima pada Program Studi Teknik Informatika yang saat ini menjadi salah satu jurusan favorit karena memiliki prospek yang luas di era digital. Sedangkan Viola Aslahul Musyahabah memilih Program Studi Sistem Informasi yang memadukan kemampuan teknologi dengan pengelolaan sistem dan data dalam dunia bisnis maupun organisasi. Kepala SMK Al Ikhlash Gresik, Mochamad Eka Akbar, S.Pd.I., S.Kom., menyampaikan rasa bangga dan syukurnya atas keberhasilan para lulusan tersebut. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil dari kerja keras siswa, dukungan orang tua, serta bimbingan para guru yang terus mendampingi selama proses pendidikan di sekolah. “Kami sangat bangga dengan capaian anak-anak. Mereka telah menunjukkan bahwa lulusan SMK mampu bersaing dan meraih kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri sesuai dengan cita-cita dan keinginan masing-masing. Ini adalah hasil dari usaha, kedisiplinan, serta semangat belajar yang mereka bangun selama menempuh pendidikan di SMK Al Ikhlash,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi adik-adik kelas untuk terus meningkatkan prestasi dan tidak ragu bermimpi besar. Menurutnya, status sebagai siswa SMK bukanlah penghalang untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri. “SMK memberikan bekal keterampilan untuk dunia kerja, tetapi juga membuka peluang yang luas bagi siswa yang ingin melanjutkan kuliah. Kami berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik agar terus berusaha meraih masa depan terbaik,” tambahnya. Prestasi ini sekaligus memperkuat komitmen SMK Al Ikhlash Gresik dalam mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, dan mampu beradaptasi dengan berbagai pilihan karier maupun pendidikan lanjutan. Di tengah tantangan dunia yang terus berubah, sekolah berupaya memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang sesuai potensi dan minat masing-masing. Keberhasilan empat lulusan menembus perguruan tinggi negeri pada tahun 2026 menjadi kebanggaan besar bagi keluarga besar SMK Al Ikhlash Gresik. Lebih dari sekadar angka kelulusan, capaian ini menunjukkan bahwa kerja keras, doa, dan dukungan lingkungan pendidikan yang positif mampu mengantarkan siswa menuju gerbang kesuksesan. Dengan diterimanya para lulusan di program studi dan kampus yang mereka impikan, SMK Al Ikhlash Gresik kembali menegaskan bahwa pendidikan vokasi bukan hanya melahirkan tenaga kerja yang kompeten, tetapi juga generasi muda yang siap melanjutkan pendidikan tinggi dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa di masa depan. (Alam)
“Legowo Budoyo” Gaspol di Harlah Ansor Gresik, Tampil Totalitas Bikin Penonton Terpukau!
Sejumlah 6 Sinden terbaik dari kelompok karawitan “Legowo Budoyo” Pondok Pesantren Al Ikhlash Mulyorejo. (Humas) YPP Al Ikhlash– Kelompok seni karawitan “Legowo Budoyo” dari Pondok Pesantren Al Ikhlash Mulyorejo kembali menunjukkan eksistensinya sebagai duta seni pesantren yang patut diperhitungkan. Dalam rangka peringatan Hari Lahir (Harlah) GP Ansor yang mengusung tajuk “Sinau Bareng Lungguh Anteng”, mereka tampil mengesankan pada Ahad, 26 April 2026, di Kertosono, Sidayu, Gresik. Kegiatan ini berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh antusiasme. Sejak awal acara, masyarakat, kader Ansor, serta para tamu undangan memadati lokasi kegiatan. Harlah GP Ansor kali ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi wadah konsolidasi nilai keagamaan, kebudayaan, dan kebersamaan di tengah masyarakat. Sejumlah tokoh penting Kabupaten Gresik turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Gus Mahbub Aufar selaku Ketua Yayasan Sekolah Al Qur’an Sunanul Muhtadin, Ustadzah Hinda Findarti, M.M., Pendiri Majelis Cinta Al Qur’an RJS Menturo, serta Bapak Imron R yang merupakan Anggota DPRD Gresik. Selain itu, kehadiran para kyai, tokoh masyarakat, serta pengurus dan anggota GP Ansor Kabupaten Gresik semakin menambah khidmat dan bobot acara. Di tengah rangkaian kegiatan, penampilan Legowo Budoyo menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan. Kelompok karawitan ini tampil dengan kekuatan penuh. Mereka menerjunkan enam sinden terbaik yang memiliki kualitas vokal mumpuni serta karakter suara yang kuat. Tidak hanya itu, sebanyak dua belas pengiring gamelan turut menguatkan penampilan dengan permainan yang solid, disiplin, dan harmonis. Sejak tabuhan pertama dimainkan, Legowo Budoyo langsung mampu menguasai panggung. Alunan gamelan yang tertata rapi berpadu dengan lantunan suara sinden yang merdu, menciptakan suasana yang tenang, dalam, dan penuh penghayatan. Penampilan ini selaras dengan tema “Sinau Bareng Lungguh Anteng” yang menekankan pentingnya ketenangan, ketekunan, dan kesungguhan dalam menuntut ilmu serta menjalani kehidupan. Penampilan Legowo Budoyo tidak sekadar menyuguhkan hiburan. Mereka menghadirkan sajian seni yang sarat makna. Setiap tembang yang dibawakan mengandung pesan moral, nilai spiritual, serta ajakan untuk menjaga harmoni antara budaya dan agama. Hal ini menjadi bukti bahwa seni karawitan dapat menjadi media dakwah yang efektif, khususnya dalam lingkungan pesantren. Totalitas menjadi kata kunci dalam penampilan mereka. Para sinden tampil penuh penghayatan, sementara para penabuh gamelan memainkan perannya dengan presisi tinggi. Kekompakan antar personel terlihat jelas, menunjukkan proses latihan yang serius dan terstruktur. Penampilan yang berlangsung hingga larut malam itu tetap terjaga kualitasnya dari awal hingga akhir. Apresiasi terhadap penampilan Legowo Budoyo datang dari berbagai pihak, termasuk dari internal pendamping. Bu Mida, Wakil Kepala Kesiswaan SMK Al Ikhlash yang turut mendampingi para siswa sejak awal kegiatan hingga dini hari, menyampaikan rasa bangga dan penghargaan atas dedikasi yang ditunjukkan seluruh tim. Ia menegaskan bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat para siswa dalam menampilkan seni karawitan patut diapresiasi. Menurutnya, penampilan tersebut bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga mencerminkan karakter, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap budaya. “Anak-anak tampil luar biasa. Mereka menunjukkan totalitas dari awal hingga akhir. Ini bukan hal yang mudah, apalagi kegiatan berlangsung sampai dini hari. Kami sangat mengapresiasi kerja keras dan komitmen mereka,” tegasnya. Harmoni nada dalam setiap ketukan gamelan memberikan nuansa religius nan epik. (Humas) Penampilan Legowo Budoyo juga mendapat respons positif dari para tamu undangan dan penonton. Banyak yang mengaku terkesan dengan kualitas sajian yang ditampilkan. Tidak sedikit pula yang menilai bahwa kelompok ini memiliki potensi besar untuk tampil di panggung yang lebih luas. Momentum ini sekaligus memperkuat peran pesantren sebagai pusat pengembangan seni dan budaya yang berakar pada nilai-nilai keislaman. Legowo Budoyo menjadi contoh nyata bahwa generasi muda pesantren mampu menjaga tradisi sekaligus mengemasnya secara relevan dengan kebutuhan zaman. Sinergi antara GP Ansor sebagai organisasi kepemudaan dengan lembaga pendidikan pesantren juga terlihat kuat dalam kegiatan ini. Kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan tradisi sekaligus memperkuat identitas keagamaan yang moderat dan inklusif. Secara keseluruhan, penampilan Legowo Budoyo dalam Harlah GP Ansor di Kertosono, Sidayu, Gresik, berjalan sukses dan meninggalkan kesan mendalam. Mereka tidak hanya tampil sebagai pengisi acara, tetapi juga sebagai representasi kekuatan seni pesantren yang mampu bersaing dan memberi warna di tengah masyarakat. Ke depan, konsistensi dalam berlatih, menjaga kualitas, serta keberanian tampil di berbagai forum akan menjadi modal utama bagi Legowo Budoyo untuk terus berkembang. Penampilan ini menjadi bukti bahwa dengan kerja keras dan komitmen, seni tradisional tetap dapat hidup, berkembang, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat. (Alam)
Menginspirasi! Guru SMK Al Ikhlash Jadi Penulis Top Lewat Karya Sejarah
Guru Sejarah SMK Al Ikhlash, Rina Farihatul Jannah, S.Hum., M.Ag.Gr. menjadi kontributor dalam buku “Jawa Timur dalam Arus Sejarah: Mengedukasi dan Merekam Jejak Peninggalannya.” (Humas) YPP Al Ikhlash– Kabar membanggakan datang dari SMK Al Ikhlash. Salah satu guru terbaiknya, Rina Farihatul Jannah, S.Hum., M.Ag.Gr., berhasil menorehkan prestasi di bidang literasi dengan masuk dalam 10 besar penulis terbaik tingkat Jawa Timur pada bulan Mei 2026. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa peran guru tidak hanya sebatas mengajar di kelas, tetapi juga mampu berkarya dan berkontribusi di tingkat yang lebih luas. Bu Rina, sapaan akrabnya, dikenal sebagai guru sejarah yang punya semangat tinggi dalam mengembangkan budaya literasi. Ketertarikannya pada sejarah tidak hanya ia salurkan melalui proses pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui tulisan-tulisan yang ia hasilkan. Baginya, menulis adalah cara efektif untuk menyampaikan gagasan sekaligus menghidupkan kembali kisah-kisah masa lalu agar tetap relevan dengan kehidupan masa kini. Prestasi yang diraih Bu Rina tidak lepas dari keterlibatannya dalam sebuah proyek penulisan buku kolaboratif yang diinisiasi oleh MGMP Sejarah Jawa Timur. Buku tersebut berjudul “Jawa Timur dalam Arus Sejarah: Mengedukasi dan Merekam Jejak Peninggalannya” dan diterbitkan oleh Penerbit Indis. Dalam buku ini, para penulis dari berbagai daerah di Jawa Timur menyumbangkan karya terbaik mereka yang mengangkat berbagai sisi sejarah lokal yang kaya dan menarik. Dalam kesempatan ini, Bu Rina menyumbangkan tulisan berjudul “Giri Kedaton: Pusat Legitimasi Politik Islam Abad ke-16 Masehi.” Tulisan tersebut mengupas peran penting Giri Kedaton sebagai salah satu pusat kekuatan politik dan keagamaan pada masa perkembangan Islam di Nusantara, khususnya di wilayah Jawa Timur. Dengan gaya bahasa yang santai namun tetap berbobot, Bu Rina berhasil menyajikan materi sejarah yang tidak hanya informatif, tetapi juga enak dibaca dan mudah dipahami. Melalui tulisannya, pembaca diajak untuk memahami bagaimana Giri Kedaton bukan sekadar pusat keagamaan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memberikan legitimasi politik bagi para penguasa pada masa itu. Tema ini menjadi menarik karena mampu menghubungkan aspek sejarah, budaya, dan politik dalam satu narasi yang utuh. Keberhasilan Bu Rina masuk dalam 10 besar penulis terbaik tentu bukan hal yang datang secara tiba-tiba. Proses panjang mulai dari riset, penulisan, hingga penyuntingan menjadi bagian dari perjalanan yang harus dilalui dengan penuh kesabaran dan ketekunan. Namun, semua itu terbayar dengan hasil yang membanggakan. Dalam sebuah kesempatan, Bu Rina menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga. Selain bisa mengembangkan kemampuan menulis, ia juga mendapatkan banyak wawasan baru dari para penulis lain yang terlibat dalam proyek tersebut. Hal ini semakin memotivasinya untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam dunia pendidikan. Pihak SMK Al Ikhlash pun menyambut prestasi ini dengan penuh rasa bangga. Keberhasilan Bu Rina diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi guru lain maupun siswa untuk lebih aktif dalam mengembangkan potensi diri, khususnya dalam bidang literasi. Semangat untuk terus belajar dan berkarya menjadi nilai penting yang ingin terus ditanamkan di lingkungan sekolah. Di tengah tantangan era digital yang serba cepat, upaya untuk menumbuhkan minat baca dan tulis memang tidak mudah. Namun, melalui karya nyata seperti yang dilakukan Bu Rina, semangat literasi tetap bisa tumbuh dan berkembang. Ia membuktikan bahwa sejarah tidak harus selalu disampaikan dengan cara yang kaku, tetapi bisa dikemas dengan lebih menarik dan dekat dengan pembaca. Ke depan, Bu Rina berharap dapat terus menghasilkan karya-karya lain yang tidak hanya memperkaya literasi sejarah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan. Prestasi ini menjadi langkah awal untuk terus melangkah lebih jauh, sekaligus menginspirasi lebih banyak orang untuk berani berkarya. SMK Al Ikhlash pun patut berbangga memiliki sosok guru seperti Rina Farihatul Jannah—seorang pendidik yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menulis dan mengabadikan sejarah melalui karyanya. (Alam)
“Kartini Day 2026: Santri Al Ikhlash Tunjukkan Semangat Perempuan Tangguh”
Guru dan murid dengan khidmat mengikuti upacara peringatan Hari Kartini tahun 2026 di Halaman SMP Al Ikhlash (Humas) YPP Al Ikhlash – Pondok Pesantren Al Ikhlash menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Kartini Tahun 2026 dengan penuh khidmat pada Selasa pagi (21/04). Kegiatan ini dimulai tepat pukul 07.00 WIB dan berlangsung di halaman SMP Al Ikhlash. Seluruh peserta didik dari jenjang SMP, SMK, hingga Madin turut ambil bagian dalam upacara tersebut, menunjukkan semangat kebersamaan dalam mengenang jasa pahlawan emansipasi wanita Indonesia, R.A. Kartini. Upacara berlangsung dengan tertib dan disiplin sejak awal hingga akhir. Petugas upacara menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Alda, siswi kelas X AKT, dipercaya sebagai pemimpin upacara dan mampu memimpin jalannya kegiatan dengan tegas serta percaya diri. Sementara itu, Kepala SMP Al Ikhlash, Endah Khuserin, S.Pd., bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, pembina upacara menyampaikan pesan yang kuat dan relevan mengenai makna perjuangan Kartini di era modern. Ia menegaskan bahwa Kartini bukan sekadar simbol sejarah, tetapi juga representasi nilai-nilai perjuangan yang harus terus dihidupkan oleh generasi muda, baik laki-laki maupun perempuan. Semangat Kartini, menurutnya, adalah semangat untuk terus belajar, berani berpikir maju, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara. Lebih lanjut, disampaikan bahwa “Kartini kekinian” adalah sosok yang memiliki karakter tangguh, berintegritas, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai moral dan budaya. Generasi muda saat ini dituntut untuk tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, kepedulian sosial, serta semangat juang yang tinggi dalam menghadapi berbagai tantangan global. Pembina upacara juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan bangsa. Perempuan saat ini memiliki kesempatan yang sama untuk berkiprah di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga kepemimpinan. Oleh karena itu, para siswi di Pondok Pesantren Al Ikhlash diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya untuk meraih prestasi dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Petugas pengibar bendera saat melaksanakan tugasnya dengan tenang dan mantab. (Humas) Suasana upacara semakin terasa khidmat ketika seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian. Tidak hanya sebagai seremonial tahunan, peringatan Hari Kartini ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh peserta didik untuk memahami kembali arti perjuangan dan pentingnya peran generasi muda dalam melanjutkan cita-cita bangsa. Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Pondok Pesantren Al Ikhlash dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme, kedisiplinan, serta pembentukan karakter kepada para santri. Dengan melibatkan seluruh jenjang pendidikan, upacara ini menjadi sarana pembelajaran yang efektif dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menghargai sejarah dan menerapkan nilai-nilai perjuangan dalam kehidupan sehari-hari. Setelah seluruh rangkaian upacara selesai dilaksanakan, kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama. Momen ini dimanfaatkan oleh seluruh peserta untuk mengabadikan kebersamaan sekaligus menjadi simbol persatuan dan semangat yang sama dalam meneladani nilai-nilai Kartini. Secara keseluruhan, Upacara Peringatan Hari Kartini Tahun 2026 di Pondok Pesantren Al Ikhlash berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh makna. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa R.A. Kartini, tetapi juga menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Generasi muda, khususnya para santri, memiliki tanggung jawab besar untuk melanjutkan perjuangan tersebut dengan karya nyata, semangat belajar yang tinggi, serta karakter yang kuat. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat Kartini terus hidup dalam diri setiap peserta didik Pondok Pesantren Al Ikhlash, menjadi inspirasi dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi diri sendiri, masyarakat, dan bangsa Indonesia. (Alam)
JAGA PANTAI, JAGA MASA DEPAN: Bupati Gresik dan Forkopimda bersama Santri Ponpes Al Ikhlash Bersihkan Pantai Pasir Putih Dalegan
Bupati Gresik dan Forkopimda bersama ustadz dan santri Ponpes Al Ikhlash foto bersama usai melaksanakan bersih pantai pasir putih Dalegan. (Humas) YPP AL IKHLASH– Pondok Pesantren Al Ikhlash menegaskan komitmennya dalam menjaga kebersihan lingkungan pesisir melalui kegiatan bertajuk “Jaga Pantai, Jaga Masa Depan” yang dilaksanakan pada Jumat, 6 Februari 2026, di kawasan wisata Pantai Pasir Putih Dalegan, Kecamatan Panceng. Kegiatan ini merupakan bagian dari tindak lanjut Instruksi Presiden Republik Indonesia tentang Gerakan Indonesia Asri yang menempatkan kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai prioritas nasional. Aksi bersih-bersih pantai tersebut diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Gresik didukung penuh oleh Pondok Pesantren Al Ikhlash Mulyorejo. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, tenaga pendidik, mahasiswa, pelajar, santri, hingga masyarakat sekitar. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa upaya menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus dikerjakan bersama-sama. Bupati Gresik, H. Fandi Akhmad Yani, S.E., M.MB., hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kehadiran pimpinan daerah dan jajaran Forkopimda menjadi penegasan bahwa persoalan sampah, khususnya di kawasan pesisir dan laut, merupakan isu serius yang memerlukan perhatian dan tindakan nyata dari seluruh pemangku kepentingan. Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan pelaksanaan briefing singkat kepada seluruh peserta. Panitia kemudian membagikan peralatan kebersihan seperti sarung tangan, karung, dan alat pemungut sampah. Setelah itu, peserta bergerak menyusuri garis pantai Pantai Pasir Putih Dalegan untuk memungut sampah yang berserakan, baik sampah plastik, sisa kemasan makanan, maupun limbah lain yang berpotensi mencemari laut. Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan. Santri Al Ikhlash bersama para ustadz, aparat TNI-Polri, serta masyarakat bahu-membahu membersihkan kawasan pantai tanpa sekat. Aksi ini tidak hanya berfokus pada pengumpulan sampah, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata tugas pemerintah. Usai kegiatan bersih-bersih, seluruh peserta berkumpul di pendopo kawasan pantai untuk mengikuti sesi edukasi lingkungan. Dalam sesi ini disampaikan pentingnya menjaga kebersihan pesisir sebagai benteng ekosistem laut sekaligus aset wisata daerah. Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian Pantai Pasir Putih Dalegan. Dalam pernyataannya, Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa isu kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan pesisir dan laut, bukan lagi persoalan kecil. “Ini menegaskan bahwa isu kebersihan lingkungan, khususnya kawasan pesisir dan laut, bukan lagi hal kecil. Melainkan prioritas nasional yang harus kita dukung secara nyata di daerah,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa lingkungan yang bersih akan memberikan dampak langsung bagi masyarakat. “Lingkungan yang bersih akan memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat dan meningkatkan daya tarik wisata secara berkelanjutan,” lanjutnya. Menurut Bupati, kawasan wisata pantai yang terjaga kebersihannya akan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar sekaligus memperkuat citra Gresik sebagai daerah tujuan wisata yang ramah dan nyaman. Lebih lanjut, Bupati berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata. “Saya berharap, gerakan seperti ini terus berlanjut dan menjadi kebiasaan rutin. Sehingga Gresik benar-benar dikenal sebagai kabupaten yang bersih, sehat, dan nyaman,” tegasnya. Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al Ikhlash, Kyai Alfin Sunhaji, M.Pd., menyampaikan bahwa aksi bersih-bersih pantai memiliki makna yang lebih luas dari sekadar membersihkan sampah. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi sarana pendidikan karakter dan kepedulian sosial bagi para santri dan masyarakat. “Apa yang kita lakukan hari ini di Pantai Pasir Putih Dalegan Panceng adalah bentuk kepedulian sederhana, tapi bermakna besar. Kita datang bukan hanya untuk membersihkan sampah, tapi juga membersihkan hati—belajar saling peduli, saling mengingatkan, dan mencintai alam yang menjadi sumber kehidupan kita bersama,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa lingkungan yang terjaga akan membawa dampak keberkahan bagi masyarakat. “Jika pantai kita bersih, masyarakatnya sehat, rezekinya pun insyaAllah berkah. Semoga gerakan kecil ini menular, tumbuh, dan menjadi kebiasaan baik di tengah masyarakat,” ujarnya. Melalui kegiatan “Jaga Pantai, Jaga Masa Depan” ini, Pemerintah Kabupaten Gresik bersama Ponpes Al Ikhlash dan seluruh elemen yang terlibat berharap dapat menumbuhkan kesadaran jangka panjang tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Pantai bukan hanya ruang wisata, tetapi juga warisan alam yang harus dijaga demi keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan generasi mendatang. (Alam)
SMK Al Ikhlash Bekali Siswa Kelas XI Hadapi Prakerin 2026 di 24 Dunia Usaha dan Dunia Industri
Ibu Istiana Hayati, M.Pd., saat memberikan materi “Etika Kerja” kepada peserta prakerin. (Humas) YPP Al Ikhlash– Pembekalan Praktik Kerja Industri (Prakerin) Tahun 2026 SMK Al Ikhlash secara resmi digelar. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan siswa yang akan melaksanakan prakerin di 24 Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) yang tersebar di tiga kabupaten, yakni Gresik, Lamongan, dan Tuban. Pembekalan ini menjadi langkah strategis sekolah dalam memastikan kesiapan mental, sikap, dan kompetensi siswa sebelum terjun langsung ke dunia kerja. Prakerin merupakan bagian integral dari pendidikan kejuruan yang bertujuan untuk menguatkan keterkaitan antara pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan nyata di dunia industri. Pada tahun pelajaran 2026, SMK Al Ikhlash menetapkan skema prakerin selama enam bulan, yang terdiri atas dua bulan pembelajaran dan penguatan materi di sekolah serta empat bulan praktik langsung di lapangan pada masing-masing DUDI mitra. Skema ini dirancang untuk memberikan pengalaman kerja yang lebih mendalam dan berkelanjutan kepada para siswa. Kegiatan pembekalan berlangsung dengan tertib dan serius, mencerminkan kesungguhan sekolah dalam menyiapkan peserta didik agar siap menghadapi tantangan dunia kerja. Dalam sambutannya, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Al Ikhlash, Abdul Hamid Syah, S.Pd., yang mewakili Kepala Sekolah, menegaskan pentingnya menjaga nama baik sekolah selama menjalani prakerin. Ia mengingatkan bahwa setiap siswa adalah representasi langsung dari SMK Al Ikhlash di lingkungan kerja. “Anak-anak sekalian harus memahami bahwa ketika kalian berada di dunia industri, sikap dan perilaku kalian akan mencerminkan kualitas sekolah. Jaga etika, patuhi aturan, dan bersikaplah profesional dalam setiap tugas yang diberikan,” tegas Abdul Hamid Syah dalam sambutannya. Ia juga menekankan bahwa prakerin bukan sekadar kewajiban kurikulum, melainkan kesempatan emas untuk belajar, mengasah keterampilan, serta membangun karakter kerja yang disiplin dan bertanggung jawab. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa keberhasilan prakerin tidak hanya diukur dari kemampuan teknis, tetapi juga dari sikap kerja, komunikasi, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan industri. Oleh karena itu, siswa diharapkan mampu menunjukkan integritas, kejujuran, serta kemauan untuk terus belajar selama masa prakerin berlangsung. Antuasime anak-anak saat mendengarkan materi pembekalan prakerin. (Humas) Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al Ikhlash, Istiana Hayati, M.Pd., dalam sambutannya memberikan penekanan khusus pada aspek etika dan performa kerja. Ia mengingatkan para siswa agar senantiasa menjaga adab dan sopan santun saat berada di tempat kerja, baik kepada atasan, rekan kerja, maupun pelanggan. “Jaga etika dalam bekerja dan berikan performa terbaik kalian. Tunjukkan bahwa siswa SMK Al Ikhlash mampu bekerja dengan sungguh-sungguh, bertanggung jawab, dan memiliki etos kerja yang baik,” ujar Istiana Hayati. Menurutnya, etika dan sikap profesional merupakan modal utama yang akan menentukan keberhasilan siswa, tidak hanya selama prakerin, tetapi juga ketika mereka memasuki dunia kerja setelah lulus nanti. Kegiatan pembekalan ini juga menjadi sarana penyampaian informasi teknis terkait pelaksanaan prakerin, termasuk aturan, mekanisme monitoring, serta target kompetensi yang harus dicapai oleh siswa selama berada di DUDI. Dengan adanya pembekalan yang matang, diharapkan seluruh siswa memiliki pemahaman yang sama terkait tanggung jawab dan tujuan prakerin. Pada akhir sesi pembekalan, para siswa dikumpulkan sesuai dengan program keahlian masing-masing dan didampingi oleh kepala program keahlian (kaprodi). Dalam sesi ini, siswa menerima penjelasan teknis lanjutan sekaligus pembagian toolset dan kelengkapan pendukung lainnya yang dibutuhkan selama prakerin. Pembagian ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap siswa siap secara teknis dan administratif sehingga pelaksanaan prakerin dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti. Dengan terlaksananya kegiatan pembekalan prakerin ini, SMK Al Ikhlash menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara keahlian, tetapi juga unggul dalam sikap dan karakter. Sekolah berharap seluruh siswa kelas XI dapat memanfaatkan kesempatan prakerin ini secara optimal sebagai bekal berharga untuk menghadapi dunia kerja dan masa depan yang lebih baik. (Alam)
Kawal Lahirnya Generasi Pemimpin Emas, SMK Al Ikhlash Gelar LDKS Intensif di Pacet Mojokerto
Upacara pembukaan LDKS 2026 dipimpin langsung oleh kepala SMK Al Ikhlash. (humas) YPP Al Ikhlash– SMK Al Ikhlash kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan peserta didik melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang diselenggarakan pada Rabu hingga Jumat, 7–9 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Villa Meddiana, Pacet, Kabupaten Mojokerto, dengan melibatkan puluhan siswa kelas X dari seluruh jurusan, yaitu Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Desain Komunikasi Visual (DKV), dan Akuntansi (AKT). LDKS diselenggarakan oleh OSIS SMK Al Ikhlash sebagai bagian dari program pembinaan organisasi kesiswaan sekaligus penguatan pendidikan karakter. Sejak pagi hari, tepat pukul 07.00 WIB, para peserta diberangkatkan dari lingkungan SMK Al Ikhlash menuju lokasi kegiatan menggunakan kendaraan taktis milik Tentara Nasional Indonesia (TNI). Keberangkatan yang tertib dan terkoordinasi ini menjadi awal pembelajaran tentang disiplin, tanggung jawab, serta kebersamaan bagi seluruh peserta. Setibanya di lokasi, kegiatan secara resmi dibuka melalui upacara pembukaan yang dipimpin langsung oleh Kepala SMK Al Ikhlash, Mochamad Eka Akbar, S.Pd.I., S.Kom. Upacara pembukaan berlangsung khidmat dan penuh semangat, menandai dimulainya rangkaian kegiatan LDKS yang akan berlangsung selama tiga hari dua malam. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al Ikhlash, Istiana Hayati, M.Pd., yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan pembinaan kepemimpinan siswa. Dalam sambutannya, Kepala SMK Al Ikhlash menegaskan bahwa Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa merupakan bagian penting dari proses pendidikan karakter dan penguatan kompetensi kepemimpinan peserta didik. Menurutnya, sekolah tidak hanya bertanggung jawab mencetak lulusan yang unggul secara akademik dan keterampilan vokasi, tetapi juga membentuk pribadi yang matang secara mental, sosial, dan spiritual. “Kegiatan LDKS ini menjadi wadah strategis bagi siswa untuk belajar memimpin, dipimpin, dan bertanggung jawab. Melalui kegiatan ini, sekolah berupaya menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan karakter yang kuat dan akhlak yang mulia,” tegas Mochamad Eka Akbar. Selama tiga hari dua malam, para peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang dirancang secara sistematis dan berkelanjutan. Materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada teori kepemimpinan, tetapi juga menitikberatkan pada pembinaan mental dan religius. Peserta mendapatkan siraman ruhani yang intens melalui kegiatan keagamaan, refleksi diri, serta pembiasaan sikap disiplin dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari selama kegiatan berlangsung. Ahmad Yoga Pratama (Gus Yogi) saat memberikan sesi materi “My Self” di hadapan peserta LDKS. (humas) Selain pembinaan mental dan spiritual, peserta juga dibekali materi kepemimpinan yang meliputi dasar-dasar organisasi, komunikasi efektif, kerja sama tim, pengambilan keputusan, serta penguatan karakter kepemimpinan yang berintegritas. Seluruh kegiatan dikemas dalam bentuk penyampaian materi, diskusi, simulasi, dan praktik langsung, sehingga peserta dapat memahami dan menginternalisasi nilai-nilai kepemimpinan secara nyata. Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al Ikhlash, Istiana Hayati, M.Pd., dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya LDKS. Ia berharap kegiatan ini mampu menjadi sarana pembentukan karakter siswa yang berakhlak mulia, memiliki kepedulian sosial, serta mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. “Kepemimpinan harus dibangun sejak dini, tidak hanya dengan kecerdasan intelektual, tetapi juga dengan kekuatan moral dan spiritual. Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir generasi pemimpin emas yang membawa kebaikan dan kebermanfaatan,” ujarnya. Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan. Salah satu peserta, Arsya, siswa kelas X jurusan TBSM, mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya dapat mengikuti LDKS dengan tema “Generasi Pemimpin Emas, Kreatif, Kolaboratif, dan Berakhlak Mulia”. Ia menilai kegiatan ini memberikan banyak pembelajaran berharga tentang arti kepemimpinan yang sesungguhnya. “Kami belajar tentang disiplin, tanggung jawab, keberanian mengambil keputusan, dan pentingnya kerja sama. Semua pengalaman ini menjadi bekal penting bagi kami untuk menjadi calon pemimpin yang berkarakter dan berintegritas,” ungkapnya. Wakil Kepala SMK Al Ikhlash bidang Kesiswaan, Mamluatul Hamidah, M.Pd. menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, pembina, serta pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya LDKS dengan lancar dan tertib. Ia berharap nilai-nilai kepemimpinan yang telah ditanamkan selama kegiatan dapat terus diimplementasikan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari. Dengan terselenggaranya Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa ini, SMK Al Ikhlash menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya kompeten secara keahlian, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan yang kuat, kreatif, kolaboratif, serta berakhlak mulia sebagai bekal menghadapi masa depan. (Alam)
Kembali ke Sekolah, SMP Al Ikhlash Buka Semester Genap dengan Energi Positif dan Vibes Ceria
Siswa terlihat riang gembira saat melakukan senam dipandu instruktur dengan iringan musik menghentak. (Humas) YPP Al Ikhlash– Libur panjang akhirnya resmi selesai. Senyum, tawa, dan semangat baru langsung terasa sejak pagi di lingkungan SMP Al Ikhlash Gresik. Pada Minggu, 04 Januari 2026, seluruh warga sekolah mengikuti kegiatan bertajuk “Kembali ke Sekolah”, sebuah agenda pembuka semester genap tahun ajaran 2025–2026 yang dirancang bukan cuma formalitas, tapi penuh vibes positif. Sejak pukul 07.00 WIB, halaman SMP Al Ikhlash sudah dipenuhi oleh siswa-siswi kelas VII hingga IX, para guru, serta jajaran staf sekolah. Setelah cukup lama menikmati masa libur, momen ini jadi ajang reunian kecil yang penuh cerita. Ada yang kangen teman sebangku, ada yang masih kebawa mode liburan, tapi semuanya siap move on ke mode belajar. Kegiatan “Kembali ke Sekolah” ini diinisiasi langsung oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan melibatkan seluruh elemen sekolah. Tujuannya jelas: mengembalikan ritme belajar, membangun semangat kebersamaan, sekaligus menyiapkan lingkungan sekolah agar lebih nyaman dan bersih untuk aktivitas pembelajaran ke depan. Agenda pertama dibuka dengan senam bersama di halaman sekolah. Musik yang enerjik berpadu dengan gerakan instruktur sukses bikin suasana makin hidup. Siswa, guru, hingga staf sekolah tampak kompak mengikuti gerakan demi gerakan. Setelah berminggu-minggu rebahan dan scroll medsos saat liburan, senam ini jadi momen pas buat bikin badan kembali aktif. Tidak sedikit siswa yang awalnya masih terlihat mengantuk, tapi perlahan mulai ikut larut. Gerakan senam yang fun dan suasana kebersamaan membuat semua terasa lebih ringan. Senam ini bukan cuma soal fisik, tapi juga jadi simbol bahwa semester baru harus dimulai dengan tubuh dan pikiran yang segar. Usai senam, kegiatan dilanjutkan dengan agenda gotong royong peduli kebersihan. Seluruh siswa diarahkan ke area masing-masing, mulai dari halaman sekolah, ruang kelas, hingga kantor guru. Tanpa canggung, siswa langsung mengambil alat kebersihan dan mulai beraksi. Ada yang menyapu lantai, mengelap meja, merapikan kursi, hingga membersihkan papan tulis. Aktivitas ini bukan sekadar bersih-bersih biasa, tapi juga latihan tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan sekolah. Dengan suasana santai dan penuh canda, gotong royong terasa lebih seru dan nggak membosankan. Hasilnya langsung terasa. Ruang kelas tampak lebih rapi, bersih, dan wangi. Lingkungan sekolah pun terlihat lebih segar dan siap digunakan untuk proses belajar mengajar. Kebersihan yang terjaga diyakini mampu menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan fokus. Tampak siswa dengan alat kebersihan lengkap membersihkan lingkungan sekolah. (Humas) Sebagai penutup rangkaian kegiatan, sekolah melaksanakan pembagian buku pegangan pembelajaran semester genap. Setiap siswa menerima buku paket sesuai mata pelajaran yang akan dipelajari. Momen ini jadi tanda resmi bahwa perjalanan belajar di semester genap telah dimulai. Buku-buku baru ini diharapkan menjadi bekal utama siswa dalam mengikuti proses pembelajaran sepanjang semester. Dengan perlengkapan yang lengkap sejak awal, siswa bisa lebih siap dan terarah dalam belajar. Kepala SMP Al Ikhlash Gresik, Endah Kusherin Puspita Rini, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini sengaja dirancang untuk membangun kesiapan siswa, baik secara fisik, mental, maupun lingkungan. “Kami ingin anak-anak kembali ke sekolah dengan jiwa yang sehat dan lingkungan yang bersih. Dengan memulai semester genap melalui kegiatan fisik dan gotong royong, kami berharap motivasi belajar siswa semakin meningkat. Kebersihan kelas adalah tanggung jawab bersama agar proses transfer ilmu berjalan maksimal,” ujarnya di sela-sela kegiatan. Dari sisi siswa, kegiatan ini disambut dengan antusias. Sabrina Hasna Hafizha, siswi kelas VIII SMP Al Ikhlash Gresik, mengaku senang bisa kembali ke sekolah dengan suasana yang menyenangkan. “Senang sekali bisa bertemu teman-teman lagi. Tadi seru saat senam dan bersih-bersih bareng di kelas, jadi ruangannya sekarang wangi dan rapi. Kami juga sudah dapat buku baru, jadi makin siap buat belajar besok,” ungkapnya dengan wajah ceria. Melalui kegiatan “Kembali ke Sekolah” ini, SMP Al Ikhlash menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, nyaman, dan menyenangkan. Tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga membangun karakter, kebersamaan, dan rasa tanggung jawab siswa. Semester genap pun resmi dimulai dengan semangat baru. Dengan tubuh yang segar, lingkungan yang bersih, serta perlengkapan belajar yang lengkap, seluruh warga SMP Al Ikhlash siap melangkah bersama menuju proses belajar yang lebih produktif dan bermakna. (Wafi)
Ekstra Tari SMK Al Ikhlash Tampil Memukau dalam Even Spesial Akhir Tahun di Pasar Segoro Campurejo
Lima anggota ekstra tari tampil memukau dalam even spesial akhir tahun di pasar segoro desa Campurejo. (Humas) YPP Al Ikhlash— Ekstrakurikuler Tari SMK Al Ikhlash kembali menunjukkan eksistensinya dalam dunia seni dan budaya dengan tampil memukau pada even spesial akhir tahun yang digelar pada Sabtu malam, 20 Desember 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Pasar Segoro, Desa Campurejo, dan berhasil menarik perhatian pengunjung yang memadati area pasar wisata tersebut. Penampilan seni tari dari SMK Al Ikhlash menjadi salah satu sajian utama yang dinantikan masyarakat. Lima siswi penari tampil anggun membawakan Tari Asmara Putri Kirana, sebuah tarian tradisional yang sarat makna kehalusan budi, keindahan gerak, serta kekayaan nilai budaya Nusantara. Penampilan ini sekaligus menjadi bukti bahwa generasi muda mampu menjaga dan mengembangkan seni tradisi di tengah arus modernisasi. Pertunjukan berlangsung pada malam hari dengan tata panggung yang tertata rapi dan balutan lampu warna-warni yang memperkuat suasana. Cahaya lampu yang berpadu dengan kostum tari bernuansa klasik menciptakan visual yang kuat dan memikat. Setiap gerakan penari terlihat terlatih, selaras, dan penuh penghayatan, sehingga mampu menghadirkan pertunjukan yang berkelas dan profesional. Sejak musik pengiring dimainkan, perhatian penonton langsung tertuju ke panggung. Lima penari tampil percaya diri dengan ekspresi wajah yang tenang dan gerakan yang lembut namun tegas. Kekompakan antarpenari menjadi nilai lebih dalam pertunjukan ini, mencerminkan proses latihan yang disiplin dan berkesinambungan di bawah bimbingan pembina ekstrakurikuler tari SMK Al Ikhlash. Tari Asmara Putri Kirana yang dibawakan mengisahkan keanggunan seorang putri dengan karakter lembut, setia, dan berwibawa. Pesan moral tersebut tersampaikan dengan jelas melalui rangkaian gerak yang tertata rapi. Penonton tidak hanya disuguhi hiburan visual, tetapi juga nilai-nilai budaya yang mendalam dan edukatif. Antusiasme masyarakat terlihat jelas sepanjang pertunjukan. Banyak pengunjung yang mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam, sementara sebagian lainnya memberikan tepuk tangan meriah di akhir penampilan. Hal ini menjadi indikator bahwa penampilan ekstra tari SMK Al Ikhlash mampu diterima dengan baik oleh masyarakat luas. Kehadiran SMK Al Ikhlash dalam even spesial akhir tahun ini sekaligus menunjukkan peran aktif sekolah dalam mendukung kegiatan seni dan budaya di tengah masyarakat. Sekolah tidak hanya fokus pada pendidikan akademik dan vokasi, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat, minat, dan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler. Pihak sekolah menegaskan bahwa partisipasi dalam kegiatan seperti ini merupakan bagian dari pembelajaran kontekstual. Peserta didik dilatih untuk tampil di ruang publik, membangun rasa percaya diri, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama dalam tim. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat. Even spesial akhir tahun di Pasar Segoro Desa Campurejo sendiri menjadi wadah positif bagi pelaku seni lokal, pelajar, dan komunitas budaya untuk menampilkan karya terbaiknya. Kehadiran seni pertunjukan turut menghidupkan suasana pasar wisata dan memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Dengan penampilan yang memukau ini, ekstrakurikuler tari SMK Al Ikhlash kembali menegaskan komitmennya dalam melestarikan seni budaya sekaligus mencetak generasi muda yang berkarakter, kreatif, dan berdaya saing. Ke depan, sekolah berharap semakin banyak kesempatan bagi peserta didik untuk tampil dan berkontribusi dalam kegiatan seni, baik di tingkat desa, kabupaten, maupun yang lebih luas. Penampilan lima penari SMK Al Ikhlash pada malam itu bukan sekadar hiburan akhir tahun, melainkan representasi kerja keras, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap budaya bangsa yang patut diapresiasi oleh semua pihak. (Alam)
Penerimaan Rapor Jadi Momentum Evaluasi dan Penguatan Karakter Peserta Didik
Wali murid saat menerima penjelasan terkait perkembangan pendidikan dan karakter anaknya oleh wali kela. (humas) YPP Al Ikhlash— SMK Al Ikhlash kembali menggelar kegiatan penerimaan rapor sebagai penanda berakhirnya proses pembelajaran pada semester gasal tahun pelajaran 2025/2026. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tertib dan kondusif di lingkungan sekolah, dihadiri oleh peserta didik bersama orang tua atau wali, serta didampingi oleh wali kelas dan jajaran guru. Penerimaan rapor bukan sekadar agenda administratif, melainkan bagian penting dari proses pendidikan yang menegaskan keterlibatan aktif antara sekolah dan orang tua dalam memantau perkembangan belajar peserta didik. Melalui rapor, orang tua dapat mengetahui capaian akademik, sikap, keterampilan, serta kehadiran anak selama satu semester penuh. Sejak pagi hari, suasana sekolah tampak ramai namun tetap tertib. Orang tua dan wali murid hadir sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh sekolah guna menghindari penumpukan dan memastikan pelayanan berjalan efektif. Setiap wali kelas menyambut orang tua dengan penjelasan yang objektif dan transparan terkait perkembangan peserta didik di kelasnya masing-masing. Dalam penyampaian rapor, wali kelas tidak hanya menyerahkan dokumen hasil belajar, tetapi juga memberikan catatan evaluatif. Catatan tersebut mencakup kelebihan yang perlu dipertahankan serta aspek yang masih harus ditingkatkan, baik dalam hal akademik maupun pembentukan karakter. Hal ini menjadi bekal penting bagi orang tua dalam mendampingi anak selama masa libur maupun semester berikutnya. Pihak sekolah menegaskan bahwa hasil rapor harus dipahami secara menyeluruh. Nilai akademik memang penting, namun sikap, kedisiplinan, tanggung jawab, dan etika belajar juga menjadi indikator utama keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu, rapor disusun sebagai laporan komprehensif yang mencerminkan proses belajar peserta didik secara utuh. Kepala SMK Al Ikhlash, Mochamad Eka Akbar, S.Pd.I., S.Kom. dalam keterangannya menyampaikan bahwa penerimaan rapor merupakan momen refleksi bersama. Sekolah melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran yang telah berlangsung, sementara peserta didik dan orang tua diajak untuk melihat hasil belajar secara jujur dan objektif. Dari refleksi inilah diharapkan muncul semangat baru untuk meningkatkan kualitas belajar pada semester berikutnya. Eka juga menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan orang tua. Keberhasilan pendidikan tidak dapat dicapai oleh sekolah saja, melainkan membutuhkan dukungan dan pendampingan berkelanjutan dari keluarga. Komunikasi yang baik antara wali kelas dan orang tua menjadi kunci dalam membentuk peserta didik yang berprestasi dan berkarakter. Selain penyerahan rapor, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana konsultasi singkat antara orang tua dan wali kelas. Beberapa orang tua menyampaikan apresiasi atas keterbukaan informasi yang diberikan sekolah serta pendampingan guru terhadap anak-anak mereka selama proses pembelajaran. “Alhamdulillah, kami sebagai wali siswa merasa terbantu dengan adanya kegiatan penerimaan rapor ini karena dapat mengetahui secara langsung perkembangan belajar dan sikap anak selama satu semester. Penjelasan dari wali kelas sangat jelas dan terbuka, sehingga kami memahami kelebihan serta hal-hal yang masih perlu kami dampingi di rumah. Kami berharap kerja sama antara sekolah dan orang tua ini terus terjaga demi kemajuan pendidikan anak-anak kami.” ungkap wali murid yang tidak mau disebutkan namanya. Dengan berakhirnya kegiatan penerimaan rapor, sekolah berharap peserta didik dapat memanfaatkan masa libur secara positif. Libur sekolah tidak dimaknai sebagai jeda dari belajar, melainkan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri, memperkuat karakter, serta meningkatkan kedekatan dengan keluarga. Melalui kegiatan penerimaan rapor ini, sekolah menegaskan komitmennya untuk terus menjaga mutu pendidikan, membangun komunikasi yang sehat dengan orang tua, serta mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara moral dan sosial. (Alam)