Bupati Gresik dan Forkopimda bersama ustadz dan santri Ponpes Al Ikhlash foto bersama usai melaksanakan bersih pantai pasir putih Dalegan. (Humas) YPP AL IKHLASH– Pondok Pesantren Al Ikhlash menegaskan komitmennya dalam menjaga kebersihan lingkungan pesisir melalui kegiatan bertajuk “Jaga Pantai, Jaga Masa Depan” yang dilaksanakan pada Jumat, 6 Februari 2026, di kawasan wisata Pantai Pasir Putih Dalegan, Kecamatan Panceng. Kegiatan ini merupakan bagian dari tindak lanjut Instruksi Presiden Republik Indonesia tentang Gerakan Indonesia Asri yang menempatkan kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai prioritas nasional. Aksi bersih-bersih pantai tersebut diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Gresik didukung penuh oleh Pondok Pesantren Al Ikhlash Mulyorejo. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, tenaga pendidik, mahasiswa, pelajar, santri, hingga masyarakat sekitar. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa upaya menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus dikerjakan bersama-sama. Bupati Gresik, H. Fandi Akhmad Yani, S.E., M.MB., hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kehadiran pimpinan daerah dan jajaran Forkopimda menjadi penegasan bahwa persoalan sampah, khususnya di kawasan pesisir dan laut, merupakan isu serius yang memerlukan perhatian dan tindakan nyata dari seluruh pemangku kepentingan. Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan pelaksanaan briefing singkat kepada seluruh peserta. Panitia kemudian membagikan peralatan kebersihan seperti sarung tangan, karung, dan alat pemungut sampah. Setelah itu, peserta bergerak menyusuri garis pantai Pantai Pasir Putih Dalegan untuk memungut sampah yang berserakan, baik sampah plastik, sisa kemasan makanan, maupun limbah lain yang berpotensi mencemari laut. Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan. Santri Al Ikhlash bersama para ustadz, aparat TNI-Polri, serta masyarakat bahu-membahu membersihkan kawasan pantai tanpa sekat. Aksi ini tidak hanya berfokus pada pengumpulan sampah, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata tugas pemerintah. Usai kegiatan bersih-bersih, seluruh peserta berkumpul di pendopo kawasan pantai untuk mengikuti sesi edukasi lingkungan. Dalam sesi ini disampaikan pentingnya menjaga kebersihan pesisir sebagai benteng ekosistem laut sekaligus aset wisata daerah. Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian Pantai Pasir Putih Dalegan. Dalam pernyataannya, Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa isu kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan pesisir dan laut, bukan lagi persoalan kecil. “Ini menegaskan bahwa isu kebersihan lingkungan, khususnya kawasan pesisir dan laut, bukan lagi hal kecil. Melainkan prioritas nasional yang harus kita dukung secara nyata di daerah,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa lingkungan yang bersih akan memberikan dampak langsung bagi masyarakat. “Lingkungan yang bersih akan memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat dan meningkatkan daya tarik wisata secara berkelanjutan,” lanjutnya. Menurut Bupati, kawasan wisata pantai yang terjaga kebersihannya akan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar sekaligus memperkuat citra Gresik sebagai daerah tujuan wisata yang ramah dan nyaman. Lebih lanjut, Bupati berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata. “Saya berharap, gerakan seperti ini terus berlanjut dan menjadi kebiasaan rutin. Sehingga Gresik benar-benar dikenal sebagai kabupaten yang bersih, sehat, dan nyaman,” tegasnya. Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al Ikhlash, Kyai Alfin Sunhaji, M.Pd., menyampaikan bahwa aksi bersih-bersih pantai memiliki makna yang lebih luas dari sekadar membersihkan sampah. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi sarana pendidikan karakter dan kepedulian sosial bagi para santri dan masyarakat. “Apa yang kita lakukan hari ini di Pantai Pasir Putih Dalegan Panceng adalah bentuk kepedulian sederhana, tapi bermakna besar. Kita datang bukan hanya untuk membersihkan sampah, tapi juga membersihkan hati—belajar saling peduli, saling mengingatkan, dan mencintai alam yang menjadi sumber kehidupan kita bersama,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa lingkungan yang terjaga akan membawa dampak keberkahan bagi masyarakat. “Jika pantai kita bersih, masyarakatnya sehat, rezekinya pun insyaAllah berkah. Semoga gerakan kecil ini menular, tumbuh, dan menjadi kebiasaan baik di tengah masyarakat,” ujarnya. Melalui kegiatan “Jaga Pantai, Jaga Masa Depan” ini, Pemerintah Kabupaten Gresik bersama Ponpes Al Ikhlash dan seluruh elemen yang terlibat berharap dapat menumbuhkan kesadaran jangka panjang tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Pantai bukan hanya ruang wisata, tetapi juga warisan alam yang harus dijaga demi keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan generasi mendatang. (Alam)
SMK Al Ikhlash Bekali Siswa Kelas XI Hadapi Prakerin 2026 di 24 Dunia Usaha dan Dunia Industri
Ibu Istiana Hayati, M.Pd., saat memberikan materi “Etika Kerja” kepada peserta prakerin. (Humas) YPP Al Ikhlash– Pembekalan Praktik Kerja Industri (Prakerin) Tahun 2026 SMK Al Ikhlash secara resmi digelar. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan siswa yang akan melaksanakan prakerin di 24 Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) yang tersebar di tiga kabupaten, yakni Gresik, Lamongan, dan Tuban. Pembekalan ini menjadi langkah strategis sekolah dalam memastikan kesiapan mental, sikap, dan kompetensi siswa sebelum terjun langsung ke dunia kerja. Prakerin merupakan bagian integral dari pendidikan kejuruan yang bertujuan untuk menguatkan keterkaitan antara pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan nyata di dunia industri. Pada tahun pelajaran 2026, SMK Al Ikhlash menetapkan skema prakerin selama enam bulan, yang terdiri atas dua bulan pembelajaran dan penguatan materi di sekolah serta empat bulan praktik langsung di lapangan pada masing-masing DUDI mitra. Skema ini dirancang untuk memberikan pengalaman kerja yang lebih mendalam dan berkelanjutan kepada para siswa. Kegiatan pembekalan berlangsung dengan tertib dan serius, mencerminkan kesungguhan sekolah dalam menyiapkan peserta didik agar siap menghadapi tantangan dunia kerja. Dalam sambutannya, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Al Ikhlash, Abdul Hamid Syah, S.Pd., yang mewakili Kepala Sekolah, menegaskan pentingnya menjaga nama baik sekolah selama menjalani prakerin. Ia mengingatkan bahwa setiap siswa adalah representasi langsung dari SMK Al Ikhlash di lingkungan kerja. “Anak-anak sekalian harus memahami bahwa ketika kalian berada di dunia industri, sikap dan perilaku kalian akan mencerminkan kualitas sekolah. Jaga etika, patuhi aturan, dan bersikaplah profesional dalam setiap tugas yang diberikan,” tegas Abdul Hamid Syah dalam sambutannya. Ia juga menekankan bahwa prakerin bukan sekadar kewajiban kurikulum, melainkan kesempatan emas untuk belajar, mengasah keterampilan, serta membangun karakter kerja yang disiplin dan bertanggung jawab. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa keberhasilan prakerin tidak hanya diukur dari kemampuan teknis, tetapi juga dari sikap kerja, komunikasi, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan industri. Oleh karena itu, siswa diharapkan mampu menunjukkan integritas, kejujuran, serta kemauan untuk terus belajar selama masa prakerin berlangsung. Antuasime anak-anak saat mendengarkan materi pembekalan prakerin. (Humas) Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al Ikhlash, Istiana Hayati, M.Pd., dalam sambutannya memberikan penekanan khusus pada aspek etika dan performa kerja. Ia mengingatkan para siswa agar senantiasa menjaga adab dan sopan santun saat berada di tempat kerja, baik kepada atasan, rekan kerja, maupun pelanggan. “Jaga etika dalam bekerja dan berikan performa terbaik kalian. Tunjukkan bahwa siswa SMK Al Ikhlash mampu bekerja dengan sungguh-sungguh, bertanggung jawab, dan memiliki etos kerja yang baik,” ujar Istiana Hayati. Menurutnya, etika dan sikap profesional merupakan modal utama yang akan menentukan keberhasilan siswa, tidak hanya selama prakerin, tetapi juga ketika mereka memasuki dunia kerja setelah lulus nanti. Kegiatan pembekalan ini juga menjadi sarana penyampaian informasi teknis terkait pelaksanaan prakerin, termasuk aturan, mekanisme monitoring, serta target kompetensi yang harus dicapai oleh siswa selama berada di DUDI. Dengan adanya pembekalan yang matang, diharapkan seluruh siswa memiliki pemahaman yang sama terkait tanggung jawab dan tujuan prakerin. Pada akhir sesi pembekalan, para siswa dikumpulkan sesuai dengan program keahlian masing-masing dan didampingi oleh kepala program keahlian (kaprodi). Dalam sesi ini, siswa menerima penjelasan teknis lanjutan sekaligus pembagian toolset dan kelengkapan pendukung lainnya yang dibutuhkan selama prakerin. Pembagian ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap siswa siap secara teknis dan administratif sehingga pelaksanaan prakerin dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti. Dengan terlaksananya kegiatan pembekalan prakerin ini, SMK Al Ikhlash menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara keahlian, tetapi juga unggul dalam sikap dan karakter. Sekolah berharap seluruh siswa kelas XI dapat memanfaatkan kesempatan prakerin ini secara optimal sebagai bekal berharga untuk menghadapi dunia kerja dan masa depan yang lebih baik. (Alam)
Kawal Lahirnya Generasi Pemimpin Emas, SMK Al Ikhlash Gelar LDKS Intensif di Pacet Mojokerto
Upacara pembukaan LDKS 2026 dipimpin langsung oleh kepala SMK Al Ikhlash. (humas) YPP Al Ikhlash– SMK Al Ikhlash kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan peserta didik melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang diselenggarakan pada Rabu hingga Jumat, 7–9 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Villa Meddiana, Pacet, Kabupaten Mojokerto, dengan melibatkan puluhan siswa kelas X dari seluruh jurusan, yaitu Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Desain Komunikasi Visual (DKV), dan Akuntansi (AKT). LDKS diselenggarakan oleh OSIS SMK Al Ikhlash sebagai bagian dari program pembinaan organisasi kesiswaan sekaligus penguatan pendidikan karakter. Sejak pagi hari, tepat pukul 07.00 WIB, para peserta diberangkatkan dari lingkungan SMK Al Ikhlash menuju lokasi kegiatan menggunakan kendaraan taktis milik Tentara Nasional Indonesia (TNI). Keberangkatan yang tertib dan terkoordinasi ini menjadi awal pembelajaran tentang disiplin, tanggung jawab, serta kebersamaan bagi seluruh peserta. Setibanya di lokasi, kegiatan secara resmi dibuka melalui upacara pembukaan yang dipimpin langsung oleh Kepala SMK Al Ikhlash, Mochamad Eka Akbar, S.Pd.I., S.Kom. Upacara pembukaan berlangsung khidmat dan penuh semangat, menandai dimulainya rangkaian kegiatan LDKS yang akan berlangsung selama tiga hari dua malam. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al Ikhlash, Istiana Hayati, M.Pd., yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan pembinaan kepemimpinan siswa. Dalam sambutannya, Kepala SMK Al Ikhlash menegaskan bahwa Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa merupakan bagian penting dari proses pendidikan karakter dan penguatan kompetensi kepemimpinan peserta didik. Menurutnya, sekolah tidak hanya bertanggung jawab mencetak lulusan yang unggul secara akademik dan keterampilan vokasi, tetapi juga membentuk pribadi yang matang secara mental, sosial, dan spiritual. “Kegiatan LDKS ini menjadi wadah strategis bagi siswa untuk belajar memimpin, dipimpin, dan bertanggung jawab. Melalui kegiatan ini, sekolah berupaya menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan karakter yang kuat dan akhlak yang mulia,” tegas Mochamad Eka Akbar. Selama tiga hari dua malam, para peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang dirancang secara sistematis dan berkelanjutan. Materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada teori kepemimpinan, tetapi juga menitikberatkan pada pembinaan mental dan religius. Peserta mendapatkan siraman ruhani yang intens melalui kegiatan keagamaan, refleksi diri, serta pembiasaan sikap disiplin dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari selama kegiatan berlangsung. Ahmad Yoga Pratama (Gus Yogi) saat memberikan sesi materi “My Self” di hadapan peserta LDKS. (humas) Selain pembinaan mental dan spiritual, peserta juga dibekali materi kepemimpinan yang meliputi dasar-dasar organisasi, komunikasi efektif, kerja sama tim, pengambilan keputusan, serta penguatan karakter kepemimpinan yang berintegritas. Seluruh kegiatan dikemas dalam bentuk penyampaian materi, diskusi, simulasi, dan praktik langsung, sehingga peserta dapat memahami dan menginternalisasi nilai-nilai kepemimpinan secara nyata. Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al Ikhlash, Istiana Hayati, M.Pd., dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya LDKS. Ia berharap kegiatan ini mampu menjadi sarana pembentukan karakter siswa yang berakhlak mulia, memiliki kepedulian sosial, serta mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. “Kepemimpinan harus dibangun sejak dini, tidak hanya dengan kecerdasan intelektual, tetapi juga dengan kekuatan moral dan spiritual. Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir generasi pemimpin emas yang membawa kebaikan dan kebermanfaatan,” ujarnya. Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan. Salah satu peserta, Arsya, siswa kelas X jurusan TBSM, mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya dapat mengikuti LDKS dengan tema “Generasi Pemimpin Emas, Kreatif, Kolaboratif, dan Berakhlak Mulia”. Ia menilai kegiatan ini memberikan banyak pembelajaran berharga tentang arti kepemimpinan yang sesungguhnya. “Kami belajar tentang disiplin, tanggung jawab, keberanian mengambil keputusan, dan pentingnya kerja sama. Semua pengalaman ini menjadi bekal penting bagi kami untuk menjadi calon pemimpin yang berkarakter dan berintegritas,” ungkapnya. Wakil Kepala SMK Al Ikhlash bidang Kesiswaan, Mamluatul Hamidah, M.Pd. menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, pembina, serta pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya LDKS dengan lancar dan tertib. Ia berharap nilai-nilai kepemimpinan yang telah ditanamkan selama kegiatan dapat terus diimplementasikan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari. Dengan terselenggaranya Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa ini, SMK Al Ikhlash menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya kompeten secara keahlian, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan yang kuat, kreatif, kolaboratif, serta berakhlak mulia sebagai bekal menghadapi masa depan. (Alam)
Kembali ke Sekolah, SMP Al Ikhlash Buka Semester Genap dengan Energi Positif dan Vibes Ceria
Siswa terlihat riang gembira saat melakukan senam dipandu instruktur dengan iringan musik menghentak. (Humas) YPP Al Ikhlash– Libur panjang akhirnya resmi selesai. Senyum, tawa, dan semangat baru langsung terasa sejak pagi di lingkungan SMP Al Ikhlash Gresik. Pada Minggu, 04 Januari 2026, seluruh warga sekolah mengikuti kegiatan bertajuk “Kembali ke Sekolah”, sebuah agenda pembuka semester genap tahun ajaran 2025–2026 yang dirancang bukan cuma formalitas, tapi penuh vibes positif. Sejak pukul 07.00 WIB, halaman SMP Al Ikhlash sudah dipenuhi oleh siswa-siswi kelas VII hingga IX, para guru, serta jajaran staf sekolah. Setelah cukup lama menikmati masa libur, momen ini jadi ajang reunian kecil yang penuh cerita. Ada yang kangen teman sebangku, ada yang masih kebawa mode liburan, tapi semuanya siap move on ke mode belajar. Kegiatan “Kembali ke Sekolah” ini diinisiasi langsung oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan melibatkan seluruh elemen sekolah. Tujuannya jelas: mengembalikan ritme belajar, membangun semangat kebersamaan, sekaligus menyiapkan lingkungan sekolah agar lebih nyaman dan bersih untuk aktivitas pembelajaran ke depan. Agenda pertama dibuka dengan senam bersama di halaman sekolah. Musik yang enerjik berpadu dengan gerakan instruktur sukses bikin suasana makin hidup. Siswa, guru, hingga staf sekolah tampak kompak mengikuti gerakan demi gerakan. Setelah berminggu-minggu rebahan dan scroll medsos saat liburan, senam ini jadi momen pas buat bikin badan kembali aktif. Tidak sedikit siswa yang awalnya masih terlihat mengantuk, tapi perlahan mulai ikut larut. Gerakan senam yang fun dan suasana kebersamaan membuat semua terasa lebih ringan. Senam ini bukan cuma soal fisik, tapi juga jadi simbol bahwa semester baru harus dimulai dengan tubuh dan pikiran yang segar. Usai senam, kegiatan dilanjutkan dengan agenda gotong royong peduli kebersihan. Seluruh siswa diarahkan ke area masing-masing, mulai dari halaman sekolah, ruang kelas, hingga kantor guru. Tanpa canggung, siswa langsung mengambil alat kebersihan dan mulai beraksi. Ada yang menyapu lantai, mengelap meja, merapikan kursi, hingga membersihkan papan tulis. Aktivitas ini bukan sekadar bersih-bersih biasa, tapi juga latihan tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan sekolah. Dengan suasana santai dan penuh canda, gotong royong terasa lebih seru dan nggak membosankan. Hasilnya langsung terasa. Ruang kelas tampak lebih rapi, bersih, dan wangi. Lingkungan sekolah pun terlihat lebih segar dan siap digunakan untuk proses belajar mengajar. Kebersihan yang terjaga diyakini mampu menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan fokus. Tampak siswa dengan alat kebersihan lengkap membersihkan lingkungan sekolah. (Humas) Sebagai penutup rangkaian kegiatan, sekolah melaksanakan pembagian buku pegangan pembelajaran semester genap. Setiap siswa menerima buku paket sesuai mata pelajaran yang akan dipelajari. Momen ini jadi tanda resmi bahwa perjalanan belajar di semester genap telah dimulai. Buku-buku baru ini diharapkan menjadi bekal utama siswa dalam mengikuti proses pembelajaran sepanjang semester. Dengan perlengkapan yang lengkap sejak awal, siswa bisa lebih siap dan terarah dalam belajar. Kepala SMP Al Ikhlash Gresik, Endah Kusherin Puspita Rini, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini sengaja dirancang untuk membangun kesiapan siswa, baik secara fisik, mental, maupun lingkungan. “Kami ingin anak-anak kembali ke sekolah dengan jiwa yang sehat dan lingkungan yang bersih. Dengan memulai semester genap melalui kegiatan fisik dan gotong royong, kami berharap motivasi belajar siswa semakin meningkat. Kebersihan kelas adalah tanggung jawab bersama agar proses transfer ilmu berjalan maksimal,” ujarnya di sela-sela kegiatan. Dari sisi siswa, kegiatan ini disambut dengan antusias. Sabrina Hasna Hafizha, siswi kelas VIII SMP Al Ikhlash Gresik, mengaku senang bisa kembali ke sekolah dengan suasana yang menyenangkan. “Senang sekali bisa bertemu teman-teman lagi. Tadi seru saat senam dan bersih-bersih bareng di kelas, jadi ruangannya sekarang wangi dan rapi. Kami juga sudah dapat buku baru, jadi makin siap buat belajar besok,” ungkapnya dengan wajah ceria. Melalui kegiatan “Kembali ke Sekolah” ini, SMP Al Ikhlash menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, nyaman, dan menyenangkan. Tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga membangun karakter, kebersamaan, dan rasa tanggung jawab siswa. Semester genap pun resmi dimulai dengan semangat baru. Dengan tubuh yang segar, lingkungan yang bersih, serta perlengkapan belajar yang lengkap, seluruh warga SMP Al Ikhlash siap melangkah bersama menuju proses belajar yang lebih produktif dan bermakna. (Wafi)
Ekstra Tari SMK Al Ikhlash Tampil Memukau dalam Even Spesial Akhir Tahun di Pasar Segoro Campurejo
Lima anggota ekstra tari tampil memukau dalam even spesial akhir tahun di pasar segoro desa Campurejo. (Humas) YPP Al Ikhlash— Ekstrakurikuler Tari SMK Al Ikhlash kembali menunjukkan eksistensinya dalam dunia seni dan budaya dengan tampil memukau pada even spesial akhir tahun yang digelar pada Sabtu malam, 20 Desember 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Pasar Segoro, Desa Campurejo, dan berhasil menarik perhatian pengunjung yang memadati area pasar wisata tersebut. Penampilan seni tari dari SMK Al Ikhlash menjadi salah satu sajian utama yang dinantikan masyarakat. Lima siswi penari tampil anggun membawakan Tari Asmara Putri Kirana, sebuah tarian tradisional yang sarat makna kehalusan budi, keindahan gerak, serta kekayaan nilai budaya Nusantara. Penampilan ini sekaligus menjadi bukti bahwa generasi muda mampu menjaga dan mengembangkan seni tradisi di tengah arus modernisasi. Pertunjukan berlangsung pada malam hari dengan tata panggung yang tertata rapi dan balutan lampu warna-warni yang memperkuat suasana. Cahaya lampu yang berpadu dengan kostum tari bernuansa klasik menciptakan visual yang kuat dan memikat. Setiap gerakan penari terlihat terlatih, selaras, dan penuh penghayatan, sehingga mampu menghadirkan pertunjukan yang berkelas dan profesional. Sejak musik pengiring dimainkan, perhatian penonton langsung tertuju ke panggung. Lima penari tampil percaya diri dengan ekspresi wajah yang tenang dan gerakan yang lembut namun tegas. Kekompakan antarpenari menjadi nilai lebih dalam pertunjukan ini, mencerminkan proses latihan yang disiplin dan berkesinambungan di bawah bimbingan pembina ekstrakurikuler tari SMK Al Ikhlash. Tari Asmara Putri Kirana yang dibawakan mengisahkan keanggunan seorang putri dengan karakter lembut, setia, dan berwibawa. Pesan moral tersebut tersampaikan dengan jelas melalui rangkaian gerak yang tertata rapi. Penonton tidak hanya disuguhi hiburan visual, tetapi juga nilai-nilai budaya yang mendalam dan edukatif. Antusiasme masyarakat terlihat jelas sepanjang pertunjukan. Banyak pengunjung yang mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam, sementara sebagian lainnya memberikan tepuk tangan meriah di akhir penampilan. Hal ini menjadi indikator bahwa penampilan ekstra tari SMK Al Ikhlash mampu diterima dengan baik oleh masyarakat luas. Kehadiran SMK Al Ikhlash dalam even spesial akhir tahun ini sekaligus menunjukkan peran aktif sekolah dalam mendukung kegiatan seni dan budaya di tengah masyarakat. Sekolah tidak hanya fokus pada pendidikan akademik dan vokasi, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat, minat, dan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler. Pihak sekolah menegaskan bahwa partisipasi dalam kegiatan seperti ini merupakan bagian dari pembelajaran kontekstual. Peserta didik dilatih untuk tampil di ruang publik, membangun rasa percaya diri, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama dalam tim. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat. Even spesial akhir tahun di Pasar Segoro Desa Campurejo sendiri menjadi wadah positif bagi pelaku seni lokal, pelajar, dan komunitas budaya untuk menampilkan karya terbaiknya. Kehadiran seni pertunjukan turut menghidupkan suasana pasar wisata dan memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Dengan penampilan yang memukau ini, ekstrakurikuler tari SMK Al Ikhlash kembali menegaskan komitmennya dalam melestarikan seni budaya sekaligus mencetak generasi muda yang berkarakter, kreatif, dan berdaya saing. Ke depan, sekolah berharap semakin banyak kesempatan bagi peserta didik untuk tampil dan berkontribusi dalam kegiatan seni, baik di tingkat desa, kabupaten, maupun yang lebih luas. Penampilan lima penari SMK Al Ikhlash pada malam itu bukan sekadar hiburan akhir tahun, melainkan representasi kerja keras, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap budaya bangsa yang patut diapresiasi oleh semua pihak. (Alam)
Penerimaan Rapor Jadi Momentum Evaluasi dan Penguatan Karakter Peserta Didik
Wali murid saat menerima penjelasan terkait perkembangan pendidikan dan karakter anaknya oleh wali kela. (humas) YPP Al Ikhlash— SMK Al Ikhlash kembali menggelar kegiatan penerimaan rapor sebagai penanda berakhirnya proses pembelajaran pada semester gasal tahun pelajaran 2025/2026. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tertib dan kondusif di lingkungan sekolah, dihadiri oleh peserta didik bersama orang tua atau wali, serta didampingi oleh wali kelas dan jajaran guru. Penerimaan rapor bukan sekadar agenda administratif, melainkan bagian penting dari proses pendidikan yang menegaskan keterlibatan aktif antara sekolah dan orang tua dalam memantau perkembangan belajar peserta didik. Melalui rapor, orang tua dapat mengetahui capaian akademik, sikap, keterampilan, serta kehadiran anak selama satu semester penuh. Sejak pagi hari, suasana sekolah tampak ramai namun tetap tertib. Orang tua dan wali murid hadir sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh sekolah guna menghindari penumpukan dan memastikan pelayanan berjalan efektif. Setiap wali kelas menyambut orang tua dengan penjelasan yang objektif dan transparan terkait perkembangan peserta didik di kelasnya masing-masing. Dalam penyampaian rapor, wali kelas tidak hanya menyerahkan dokumen hasil belajar, tetapi juga memberikan catatan evaluatif. Catatan tersebut mencakup kelebihan yang perlu dipertahankan serta aspek yang masih harus ditingkatkan, baik dalam hal akademik maupun pembentukan karakter. Hal ini menjadi bekal penting bagi orang tua dalam mendampingi anak selama masa libur maupun semester berikutnya. Pihak sekolah menegaskan bahwa hasil rapor harus dipahami secara menyeluruh. Nilai akademik memang penting, namun sikap, kedisiplinan, tanggung jawab, dan etika belajar juga menjadi indikator utama keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu, rapor disusun sebagai laporan komprehensif yang mencerminkan proses belajar peserta didik secara utuh. Kepala SMK Al Ikhlash, Mochamad Eka Akbar, S.Pd.I., S.Kom. dalam keterangannya menyampaikan bahwa penerimaan rapor merupakan momen refleksi bersama. Sekolah melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran yang telah berlangsung, sementara peserta didik dan orang tua diajak untuk melihat hasil belajar secara jujur dan objektif. Dari refleksi inilah diharapkan muncul semangat baru untuk meningkatkan kualitas belajar pada semester berikutnya. Eka juga menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan orang tua. Keberhasilan pendidikan tidak dapat dicapai oleh sekolah saja, melainkan membutuhkan dukungan dan pendampingan berkelanjutan dari keluarga. Komunikasi yang baik antara wali kelas dan orang tua menjadi kunci dalam membentuk peserta didik yang berprestasi dan berkarakter. Selain penyerahan rapor, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana konsultasi singkat antara orang tua dan wali kelas. Beberapa orang tua menyampaikan apresiasi atas keterbukaan informasi yang diberikan sekolah serta pendampingan guru terhadap anak-anak mereka selama proses pembelajaran. “Alhamdulillah, kami sebagai wali siswa merasa terbantu dengan adanya kegiatan penerimaan rapor ini karena dapat mengetahui secara langsung perkembangan belajar dan sikap anak selama satu semester. Penjelasan dari wali kelas sangat jelas dan terbuka, sehingga kami memahami kelebihan serta hal-hal yang masih perlu kami dampingi di rumah. Kami berharap kerja sama antara sekolah dan orang tua ini terus terjaga demi kemajuan pendidikan anak-anak kami.” ungkap wali murid yang tidak mau disebutkan namanya. Dengan berakhirnya kegiatan penerimaan rapor, sekolah berharap peserta didik dapat memanfaatkan masa libur secara positif. Libur sekolah tidak dimaknai sebagai jeda dari belajar, melainkan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri, memperkuat karakter, serta meningkatkan kedekatan dengan keluarga. Melalui kegiatan penerimaan rapor ini, sekolah menegaskan komitmennya untuk terus menjaga mutu pendidikan, membangun komunikasi yang sehat dengan orang tua, serta mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara moral dan sosial. (Alam)
Pesantren Al Ikhlash Wakili Gresik dalam Lokakarya Nasional Kurikulum Jaminan Sosial Pesantren
Beberapa narasumber saat memberikan paparan materi dalam lokakarya. (humas) YPP Al Iklash— Pesantren Al Ikhlash kembali menegaskan perannya dalam penguatan agenda nasional dengan menjadi salah satu perwakilan Kabupaten Gresik dalam Lokakarya Penyusunan Kurikulum Jaminan Sosial Pesantren dan Pembentukan Santri Jamsos. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Rumah Politik Kesejahteraan pada Kamis–Jumat, 18–19 Desember 2025, bertempat di Harris Hotel dan Convention Center Malang. Lokakarya ini merupakan bentuk dukungan konkret terhadap implementasi Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2025 tentang optimalisasi pelaksanaan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya di lingkungan komunitas pesantren. Dalam kegiatan tersebut, Pesantren Al Ikhlash dipercaya sebagai salah satu dari tiga pesantren yang mewakili Kabupaten Gresik, bersama puluhan pesantren lain dari berbagai daerah. Secara keseluruhan, lokakarya ini diikuti oleh sekitar 51 peserta yang merupakan perwakilan pondok pesantren dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Para peserta terdiri dari pimpinan pesantren, pengelola lembaga pendidikan pesantren, serta unsur pendamping yang memiliki komitmen kuat dalam pengembangan perlindungan sosial berbasis komunitas keagamaan. Lokakarya ini dirancang dengan tujuan strategis dan terukur. Pertama, menyusun draf struktur kurikulum jaminan sosial yang relevan dan aplikatif bagi pesantren. Kurikulum ini diharapkan dapat menjadi acuan pembelajaran bagi santri agar memahami konsep dasar perlindungan sosial dan jaminan ketenagakerjaan sejak dini. Kedua, meningkatkan kapasitas peserta terkait manfaat, mekanisme, serta tata kelola kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, sehingga pesantren mampu menjadi pusat edukasi dan sosialisasi di lingkungannya masing-masing. Tujuan ketiga dari lokakarya ini adalah membentuk kelompok perdana Santri Jamsos, yakni santri yang dipersiapkan sebagai kader pelaksana dan pendamping implementasi Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 di tingkat komunitas pesantren. Santri Jamsos diharapkan menjadi agen penggerak yang mampu menjembatani pemahaman antara kebijakan negara dan kebutuhan masyarakat akar rumput. Adapun tujuan keempat adalah merumuskan rencana replikasi kurikulum serta pola pendampingan ke pesantren lain, agar sejalan dengan target nasional perluasan perlindungan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional yang memiliki kewenangan dan kompetensi di bidang pemberdayaan masyarakat dan jaminan sosial. Hadir sebagai narasumber dan pemberi sambutan antara lain Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Direktur SDM dan Umum BPJS Ketenagakerjaan, Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Staf Ahli PED Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Anggota DJSN, serta Ketua Umum Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi). Dalam sesi diskusi dan pemaparan materi, para narasumber menekankan pentingnya keterlibatan pesantren sebagai mitra strategis negara dalam memperluas jangkauan perlindungan sosial. Pesantren dinilai memiliki basis komunitas yang kuat, struktur sosial yang mapan, serta kepercayaan publik yang tinggi, sehingga sangat efektif dalam mendukung kebijakan nasional. Kepala Pesantren Al Ikhlash, Ahmad Yogya Pratama, menyampaikan bahwa keikutsertaan Pesantren Al Ikhlash dalam lokakarya ini merupakan amanah sekaligus peluang besar. Ia menegaskan bahwa santri merupakan entitas sosial yang sangat besar di Indonesia dan memiliki potensi strategis sebagai aktor penggerak program-program positif. “Kegiatan ini sangat positif. Santri bukan hanya subjek pendidikan agama, tetapi juga memiliki peran penting sebagai agen perubahan sosial. Dengan bekal pengetahuan tentang jaminan sosial, santri dapat menjadi penggerak perlindungan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” tegas Ahmad Yogya Pratama. Melalui partisipasi aktif dalam lokakarya ini, Pesantren Al Ikhlash menegaskan komitmennya untuk mendukung kebijakan nasional, sekaligus memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan, pemberdayaan, dan perlindungan sosial berbasis nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. (Alam)
Refleksi Kepala SMK Al Ikhlash Perkuat Kepemimpinan Pembelajaran dan Mutu Layanan Pendidikan
Kepala SMK Al Ikhlash (berpeci) saat memberikan sambutan sebelum kegiatan refleksi berlangsung (humas) YPP Al Ikhlash— SMK Al Ikhlash menyelenggarakan kegiatan Refleksi Kepala SMK Al Ikhlash pada Rabu, 17 Desember 2025, bertempat di Ruang Pertemuan SMK Al Ikhlash. Kegiatan ini diikuti oleh unsur struktural dan seluruh guru SMK Al Ikhlash sebagai bagian dari agenda evaluasi kinerja akhir tahun dan penguatan mutu layanan pendidikan. Kegiatan berlangsung secara tertib dan terstruktur. Acara diawali dengan pembukaan secara ceremonial oleh MC, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Yayasan Pendidikan dan Pengembangan (YPP) Al Ikhlash, Ibu Istana Hayati, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa refleksi dan evaluasi kinerja merupakan sebuah keniscayaan bagi lembaga pendidikan yang ingin terus berkembang dan memberikan layanan terbaik kepada peserta didik. Menurutnya, evaluasi yang dilakukan secara rutin dan terarah akan membantu lembaga melihat kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, sekaligus menjadi dasar dalam menyusun langkah perbaikan yang berkelanjutan. Ia menekankan bahwa seluruh proses pengembangan lembaga harus tetap berpijak pada visi dan misi SMK Al Ikhlash agar arah kebijakan dan program tetap konsisten dan terukur. “Lembaga pendidikan tidak boleh berjalan tanpa refleksi. Evaluasi kinerja yang rutin dan objektif adalah kunci agar layanan pendidikan terus mengalami peningkatan secara positif dan berkelanjutan,” tegas Istana Hayati dalam sambutannya. Setelah sambutan, kegiatan inti dilanjutkan dengan sesi refleksi akhir tahun yang mengangkat tema “Melalui Refleksi Kinerja, Kepala Sekolah Memperkuat Peran sebagai Pemimpin Pembelajaran dan Penggerak Perubahan.” Sesi ini dipandu oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Abdul Hamid Syah, S.Pd., yang mengarahkan jalannya refleksi secara sistematis dan fokus pada substansi mutu pendidikan. Refleksi diawali dengan presentasi dari Kepala SMK Al Ikhlash, Mochamad Eka Akbar, S.Pd.I., S.Kom. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan secara rinci bagaimana sistem layanan pendidikan di SMK Al Ikhlash dirancang dan dijalankan berdasarkan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP). Kepala sekolah memaparkan capaian, tantangan, serta strategi penguatan pada masing-masing standar, mulai dari standar isi, proses, kompetensi lulusan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, pengelolaan, pembiayaan, hingga standar penilaian. Penjelasan tersebut memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi riil lembaga serta menjadi dasar diskusi reflektif bagi seluruh peserta. Kepala sekolah menegaskan bahwa kepemimpinan pembelajaran tidak hanya berfokus pada administrasi, tetapi juga pada penguatan proses belajar mengajar dan peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan. Kegiatan refleksi semakin diperkuat dengan kehadiran Pengawas SMK Kabupaten Gresik, Ekwanto, S.Pd., MM. Dalam sesi refleksinya, ia menelaah satu per satu poin dalam 8 Standar Nasional Pendidikan untuk memastikan bahwa SMK Al Ikhlash telah menjalankan standar tersebut secara konsisten demi terjaminnya mutu pendidikan. Ia menekankan bahwa peningkatan mutu pendidikan merupakan pekerjaan jangka panjang yang harus dilakukan secara terus-menerus dan berkesinambungan. “Meningkatkan mutu pendidikan adalah pekerjaan yang harus dilakukan secara terus menerus. Guru sebagai ujung tombak layanan pendidikan perlu mendapat perhatian serius terhadap kompetensi dan kinerjanya. Oleh karena itu, fasilitasi dan coaching menjadi langkah positif untuk meraih kemajuan,” tegas Ekwanto dalam penyampaiannya. Kegiatan refleksi ini mendapat respons positif dari para peserta. Salah satu peserta, Zubaidillah, S.H., S.IP., mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan banyak pencerahan dan ide baru. Menurutnya, gagasan dan hasil refleksi yang diperoleh sangat relevan untuk diterapkan dalam perencanaan dan pelaksanaan program sekolah pada tahun berikutnya. “Terus terang saya merasa tercerahkan dengan ide dan gagasan baru dari kegiatan ini yang bisa diterapkan untuk tahun berikutnya,” ungkapnya. Kegiatan Refleksi Kepala SMK Al Ikhlash ditutup dengan doa sebagai peneguhan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Melalui kegiatan ini, SMK Al Ikhlash menegaskan keseriusannya dalam membangun budaya refleksi, memperkuat kepemimpinan pembelajaran, serta memastikan mutu pendidikan yang berkelanjutan. (Alam)
Refleksi Akhir Tahun: Saat Kepala Sekolah Menata Ulang Langkah untuk Pendidikan yang Lebih Baik
Kabid Pengelolaan Pendidikan SMP, Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Dr. Ahmad Syifaul Qulub, M.E.I. saat memberikan sambutan (humas) YPP Al Ikhlash – Suasana hangat terasa sejak pagi di Gedung Pertemuan Pondok Pesantren Al Ikhlash, Kamis (11/12/2025). Para kepala sekolah SMP baik negeri dan swasta dari berbagai wilayah di Kabupaten Gresik datang secara bertahap untuk mengikuti kegiatan Refleksi Akhir Tahun dan Peningkatan Pengelolaan Kepala Sekolah, yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik melalui Bidang Pengelolaan Pendidikan SMP. Tak seperti acara formal kebanyakan, suasana penyambutan dibuat santai namun tetap berkelas. Para peserta disuguhi alunan seni gamelan dari ekstrakurikuler SMK Al Ikhlash yang membuat hati terasa adem. Di sisi lain, OSIS SMP Al Ikhlash membuka bazar kecil yang menjual produk unggulan berupa legen segar—yang langsung jadi buruan banyak tamu. Ada pula layanan ganti oli dengan diskon 50% dari bengkel ALAZ Motor SMK Al Ikhlash yang menambah uniknya acara ini. Setelah para peserta menikmati suasana pembuka, acara dimulai secara resmi. Mamluatul Hamidah, M.Pd. tampil sebagai MC, membuka kegiatan dengan penuh percaya diri. Ia memandu jalannya ceremonial yang dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Arifin. Seluruh peserta kemudian berdiri menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh Fi’liatun Puspitasari, SE. Suasana menjadi khidmat namun tetap akrab. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua YPP Al Ikhlash, Istiana Hayati, M.Pd. Dalam ucapannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Al Ikhlash sebagai tuan rumah kegiatan penting ini. Beliau menekankan bahwa sekolah dan pesantren siap untuk terus bersinergi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di Gresik. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kabid Pengelolaan Pendidikan SMP, Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Dr. Ahmad Syifaul Qulub, M.E.I. Ia menegaskan bahwa lembaga pendidikan harus terus menerus melakukan evaluasi dan pengembangan layanan. Menurutnya, banyak ide dan gagasan yang sesungguhnya bisa dieksekusi dengan optimal jika pengelolaan sumber daya dilakukan secara efektif dan kolaboratif. Peserta tampak menyimak dengan antusias. Ceremonial kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Kyai Fathul Amin, M.Pd., selaku Pembina YPP Al Ikhlash, menambah kekhidmatan rangkaian acara. Memasuki inti kegiatan, seluruh peserta fokus mengikuti paparan materi dari narasumber, Retno Pratiwi, S.Psi., M.H., CHRP., CHRM. Dengan penyampaian yang sederhana namun berbobot, ia menjelaskan bahwa mutu layanan pendidikan dapat dilihat dari kualitas tenaga pendidik, kurikulum, fasilitas, hasil belajar siswa, hingga kepuasan pengguna layanan — baik siswa maupun orang tua. Ia menekankan bahwa penilaian kinerja dan pengembangan pendidikan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. “Ini adalah siklus berkelanjutan,” ujarnya. “Penilaian → perencanaan pengembangan → implementasi → penilaian ulang. Dari siklus inilah sekolah bisa terus memperbaiki diri dan memberikan layanan terbaik.” Tak hanya sekadar teori, materi yang disampaikan juga memberikan inspirasi nyata tentang bagaimana sekolah dapat membangun budaya evaluasi yang sehat dan berdampak. Endah Kusherin Puspitarini, S.Pd.I., selaku panitia kegiatan, menambahkan bahwa agenda refleksi semacam ini sangat penting untuk melihat kembali perjalanan satu tahun dan merumuskan langkah perbaikan ke depan. Acara pun berlangsung hingga siang hari dengan suasana komunikatif dan penuh semangat perubahan. Para kepala sekolah pulang membawa banyak ide segar, sekaligus motivasi baru untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan di lembaga masing-masing. (Alam)
Kegiatan Kunjungan Industri, Study Vokasi, dan Campus Visit SMK Al Ikhlash Tahun 2025
Siswa dan Guru saat berada di kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (humas) YPP Al Ikhlash – SMK Al Ikhlash melaksanakan kegiatan Kunjungan Industri, Study Vokasi, dan Campus Visit pada Selasa–Kamis, 18–20 November 2025 di wilayah Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 67 siswa dari empat program keahlian, yaitu Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TSM), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Desain Komunikasi Visual (DKV), dan Akuntansi (AKT). Para siswa didampingi oleh 24 guru pendamping. Keberangkatan dan Transit Rombongan berangkat pada Selasa malam dari halaman SMK Al Ikhlash dalam kondisi hujan. Meskipun demikian, seluruh peserta tetap bersemangat memasuki bus dan memulai perjalanan. Setibanya di Yogyakarta pada dini hari, rombongan transit di Garden Resto untuk melaksanakan salat subuh berjamaah, bersih diri, serta menikmati sarapan sebelum memulai rangkaian kegiatan. Kunjungan Industri: PG Madukismo dan TVRI Yogyakarta Peserta dibagi menjadi dua rombongan sesuai program keahlian. Kunjungan pada dua institusi ini memberikan wawasan nyata mengenai dunia industri, teknologi, media, serta proses kerja profesional yang selama ini dipelajari di sekolah. Study Vokasi di BLPT DIY Seluruh rombongan kemudian melanjutkan kegiatan ke Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT) DIY untuk melaksanakan study vokasi. Siswa diarahkan ke ruang praktik berdasarkan kompetensi keahlian masing-masing: Kegiatan di BLPT DIY memberikan pengalaman praktik langsung yang relevan dengan kebutuhan kompetensi masing-masing jurusan. Siswa dan guru saat berada di Balai Latihan dan Pendidikan Teknik Yogyakarta (Humas) Kunjungan ke Omah Oblong dan Kegiatan Malam Setelah kegiatan vokasi selesai, rombongan melanjutkan perjalanan ke Omah Oblong untuk menyaksikan proses pembuatan kaos dan sablon. Siswa melihat secara langsung tahapan produksi industri kreatif berbasis sandang. Rombongan kemudian menuju hotel untuk beristirahat, dan pada malam harinya siswa diberi kesempatan menikmati suasana kawasan Malioboro dan lingkungan Keraton Yogyakarta. Campus Visit Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Pada hari berikutnya, kegiatan diteruskan dengan Campus Visit ke Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Para peserta diterima oleh bagian Sub Admisi dan diarahkan ke ruang pertemuan utama. Dalam sesi ini, pihak UMY menyampaikan profil kampus, program studi, fasilitas pendidikan, serta gambaran kultur akademik di lingkungan universitas. Kegiatan ini bertujuan menambah wawasan peserta mengenai pilihan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Wisata Edukasi Lava Tour Merapi Usai kunjungan ke UMY, peserta mengikuti kegiatan Lava Tour Merapi dengan menggunakan jeep khusus. Rombongan mengunjungi Museum Mini Sisa Hartaku dan Batu Alien, serta menyusuri jalur wisata edukasi di lereng Merapi untuk mempelajari sejarah erupsi dan dampaknya. Penutup dan Kepulangan Sebelum kembali ke Gresik, rombongan menyempatkan diri singgah di pusat oleh-oleh khas Yogyakarta. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan sesuai perencanaan. Kepala SMK Al Ikhlash, Mochamad Eka Akbar, S.Pd.I., S.Kom., menyampaikan bahwa kegiatan tahunan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung di dunia industri, vokasi, dan perguruan tinggi sehingga siswa memiliki gambaran lebih luas terkait masa depan karier dan pendidikan mereka. Salah satu peserta, Heru (TSM), mengungkapkan kesan positifnya: “Kegiatan ini sangat bermanfaat sekaligus menyenangkan. Selain menambah wawasan, suasananya juga menghilangkan kepenatan dari rutinitas sekolah.” Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan siswa SMK Al Ikhlash semakin termotivasi untuk meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, serta menyiapkan diri menghadapi dunia kerja maupun pendidikan lanjutan. (Alam)